(Foto: suasana audiensi Paguyuban Kelompok Nelayan Pati bersama Forkompinda di ruang Kembang Joyo Setda Kabupaten Pati, Rabu 29 Apr 2026)
Kabarpatigo.com - PATI - Menjelang aksi demo, sejumlah nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Kelompok Nelayan Pati mengadakan audiensi dengan Forkompimda di ruang Kembang Joyo Setda Kabupaten Pati, Rabu (29/4/26).
Dalam audiensi, perwakilan paguyuban Hery Tri Moelyo menyampaikan keluhannya atas perbedaan harga BBM yang sangat signifikan antara BBM ritel (Dexlite Rp14.200,-) dengan BBM Industri Marine yang mencapai Rp26.000,- per liter.
Menurut Hery, perbedaan harga signifikan tersebut penyebab biaya operasional melambung hingga estimasi Rp 3 Miliar per kapal, yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan.
"Ini menyebabkan biaya operasional melambung hingga estimasi Rp 3 Miliar per kapal, yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan," ucap Hery Tri Moelyo.
Baca juga: LBH Djoeang Pati Soroti Posko AMPB di Depan Mapolresta, Dinilai Picu Ketidaknyamanan
Dengan adanya perbedaan signifikan harga BBM ritel dan industri Marine, kesejahteraan Anak Buah Kapal (ABK) yang menggunakan sistem bagi hasil terancam merosot drastis.
"Dampak Kesejahteraan ABK dengan tingginya biaya operasional menyebabkan penghasilan Anak Buah Kapal (ABK) yang menggunakan sistem bagi hasil merosot drastis hingga di bawah standar UMK. jika nelayan berhenti melaut, hal ini akan mematikan sektor pendukung di Juwana dan sekitarnya, mulai dari buruh angkut, unit pengolahan ikan (fillet/pindang), bongkar muat, hingga pedagang pasar," imbuhnya.
Aksi Nelayan yang rencananya digelar 4 Mei 2026 akan mendatangkan massa sekitar 10.000 orang dengan titik kumpul di Juwana pukul 07.00 WIB dilanjutkan menuju Alun-Alun Pati pukul 08.00 WIB.
Dalam aksi nanti, Nelayan hanya meminta satu tuntutan kepada pemerintah harga khusus BBM bagi Nelayan. Dan aksi Nelayan murni dari kepentingan muatan politik dan murni perjuangan ekonomi.
"Tuntutan utama kami adalah harga Khusus BBM bagi Nelayan dari Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM dan Pertamina). Kami menjamin aksi bebas dari muatan politik dan murni perjuangan ekonomi (urusan perut)," tegas Hery.
Menyikapi keluhan Paguyuban kelompok Nelayan Pati, Pemerintah Kabupaten Pati memahami bahwa di Juwana, ABK memiliki posisi sebagai "pemegang saham" karena sistem bagi hasil, sehingga kenaikan BBM berdampak langsung pada masyarakat kecil, bukan hanya pemilik kapal.
"Pemkab telah berkoordinasi dengan Kementerian KKP, ESDM, dan Kemenkeu untuk menjelaskan bahwa gejolak ini adalah masalah riil sektor perikanan, bukan sekadar kepentingan pengusaha," Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Plt Bupati berharap ada jawaban dari pusat sebelum tanggal 4 Mei agar aksi massa tidak perlu melibatkan jumlah yang terlalu besar demi menjaga kondusifitas wilayah.
Sementara itu Kapolresta Pati Jaka Wahyudi menjamin akan keamanan dan pengawalan maksimal jika aksi tetap dilaksanakan.
Jaka Wahyudi meminta koordinator lapangan (Korlap) untuk meminimalisir jumlah massa guna menghindari potensi penyusup dan menjaga ketertiban lalu lintas.
Baca juga: Melalui Pelatihan Membatik, PKK Pati Dorong Kemandirian Kader
Dengan waktu yang sama, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin tetap mendukung sepenuhnya tuntutan nelayan karena sektor perikanan adalah tulang punggung ekonomi Kabupaten Pati.
"Bahwa kami DPRD siap menandatangani surat dukungan resmi kepada Pemerintah Pusat untuk mencari solusi atas kenaikan harga BBM tersebut," kata Ali Badrudin.
Selain itu untuk menjaga kondusifitas jalannya aksi, Ali Badrudin menghimbau kepada peserta aksi santun dan waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi.
"Massa tetap santun dan waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi untuk kepentingan di luar urusan nelayan," lanjutnya.
Hadir dalam audiensi tersebut Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Kapolresta Pati Jaka Wahyudi, Ketua DPRD Kab. Pati Ali Badrudin, Kajari Pati diwakili Kasi Intel Rendra Yoki Pardede, Kodim 0718/Pati diwakili Pasi Intel Kapten Inf Mustamir, Pj. Sekda Pati Teguh Widiatmoko, Asisten 2 Sekda Kab. Pati, dan Kepala OPD terkait.
Adapun dari pihak Paguyuban kelompok Nelayan Pati, Muhammad Agung, Hery Tri Moelyo, Rasmijan, Wawan, Eko Budyono, Suratman, Suyikno, dan 5 orang anggota Paguyuban. (aa)

Komentar
Posting Komentar