Jelang Keberangkatan Haji 2026, Kantor Kemenhaj Pati Perkuat Kesiapan Konsolidasi Haji

(Foto: Kantor Kemenhaj Kabupaten Pati menyelenggarakan konsolidasi petugas dan jamaah calon haji selama 4 hari, Kamis 2 Apr 26)

Kabarpatigo.com - PATI - Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pati menggelar kegiatan konsolidasi intensif bagi para jamaah calon haji. Agenda ini berlangsung selama empat hari dan dijadwalkan berakhir pada hari ini, Kamis (2/4/26).

Pihak panitia menerapkan strategi khusus dengan membagi kegiatan dalam beberapa kelompok terbang (kloter).

Langkah ini diambil agar proses pembekalan materi dapat berjalan tertib serta lebih mudah dipahami seluruh jamaah yang hadir.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pati, Umi Istianah, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan jamaah dan petugas.

Selain pembekalan teknis, pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi menjelang keberangkatan haji tahun 2026.

“Kegiatan ini mempertemukan jamaah dengan petugas pendamping guna memastikan koordinasi berjalan efektif selama pelaksanaan ibadah haji nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umi Istianah menegaskan pemerintah telah menetapkan jadwal keberangkatan yang pasti. Sesuai rencana yang disusun sebelumnya, jamaah akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada tanggal 6 Mei 2026 mendatang.

Baca juga: Respon Atas Peningkatan Kualitas, Perumda Air Minum Bidik Percepatan Inovasi Layanan

Baca juga: Bertemu Plt Bupati, Undip Jajaki Program Beasiswa Kurang Mampu untuk Warga Pati

Pemerintah juga meminta para jamaah untuk tidak merasa khawatir dan tetap fokus pada persiapan fisik dan mental.

"Pemerintah memastikan ibadah haji tetap berjalan, sehingga jamaah diminta tetap tenang dan fokus menjaga kesehatan sebelum keberangkatan," tambahnya.

Salah satu jamaah asal Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Sri Rejeki, menyambut positif kegiatan ini. Ia merasa lebih siap secara spiritual dan teknis setelah berinteraksi langsung dengan para petugas pendamping kloter.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengenal petugas dan mempersiapkan ibadah dengan lebih matang,” katanya.

Nantinya, setiap kloter akan didampingi oleh enam petugas yang terdiri dari unsur pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan. (rri)

Komentar