Lewat Adu Penalti, Persegam Gambiran Juara Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026

(Foto: Persegam Gambiran)

Kabarpatigo.com - BANYUWANGI - Euforia sepak bola di Banyuwangi Jawa Timur mencapai puncak setelah Persegam Gambiran berhasil menjadi juara Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026.

Tim asal Gambiran ini menaklukkan PMJ FC dari Krikilan melalui drama adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Stadion Diponegoro, Minggu (31/5/26).

Pertandingan final berlangsung sangat ketat. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir waktu normal. Babak adu penalti pun menjadi penentu, di mana Persegam lebih tenang dan akhirnya keluar sebagai pemenang.

Meski berstatus turnamen antar kampung (tarkam), kompetisi Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026 berhasil menyedot perhatian besar masyarakat Banyuwangi.

Ribuan penonton selalu memadati venue sejak awal bergulir turnamen yang memperebutkan hadiah sebesar Rp100 juta.

Meskipun di balik sorak sorai penonton dan gemerlap trofi, turnamen kali ini sempat diwarnai drama non-teknis.

Panitia terpaksa memindahkan lokasi pertandingan dari Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, ke Stadion Diponegoro di pusat kota.

Keputusan itu diambil sebagai langkah preventif demi menjaga keamanan dan kenyamanan penonton yang menunjukkan betapa hidupnya sepak bola akar rumput di Bumi Blambangan.

Ketua PSSI Banyuwangi, Michael Edi Hariyanto, menjelaskan pemindahan venue dilakukan setelah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kondusivitas wilayah.

“Demi keamanan bersama, kami memutuskan final digelar di Stadion Diponegoro,” tuturnya.

Sukses gelar partai puncak, lanjut Michael, tak lepas dari kesadaran panitia dan tim yang terus berkomitmen menjaga semangat pertandingan, dan juga apresiasi perjuangan semua tim peserta.

“Terima kasih kepada Persegam dan PMJ FC serta seluruh tim yang telah menyajikan pertandingan menghibur. Meski sempat terjadi beberapa kendala non-teknis, panitia berhasil menyelesaikan kompetisi hingga akhir,” ujar Michael.

Baca juga: Persis Solo Jadi Tim Terakhir yang Turun Kasta ke Liga 2

Baca juga: Peringati Harlah Pancasila, Momentum Teguhkan Komitmen Kebangsaan

Michael juga mengingatkan, kedepannya agar suporter Banyuwangi untuk lebih dewasa dalam mendukung tim kesayangan.

Menurut Michael, tarkam adalah ajang hiburan rakyat dan menjadi salah satu wadah untuk menghidupkan sepak bola di Bumi Blambangan. Bukan tempat untuk kerusuhan.

“Dengan semangat ini, mari kita jaga agar sepak bola Banyuwangi tetap menjadi kebanggaan dan hiburan masyarakat,” tegasnya.

Dengan kemenangan ini, Persegam berhak membawa pulang Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026 beserta hadiah pembinaan.

Sementara PMJ FC yang tampil sebagai runner-up juga mendapat apresiasi atas perjuangan gigihnya sepanjang turnamen, terutama karena mampu memaksa juara hingga babak tos-tosan. (bintangtenggara)

Komentar