(Foto: pesisir Pantura)
Kabarpatigo.com - PATI - Pengumuman penurunan harga solar non-subsidi untuk kapal nelayan disambut antusias para nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah pemerintah pusat menetapkan harga solar khusus nelayan menjadi Rp15.000 per liter dari sebelumnya mencapai Rp30.000/liter.
Salah satu nelayan yang menyambut gembira atas pengumuman tersebut adalah Sunasi, ia merupakan salah satu tokoh Nelayan di Kabupaten Pati. Menurutnya dengan turunnya harga BBM ini sudah mengurangi keluh kesah Nelayan.
"Alhmdulillah, Bapak Presiden sudah merespon keluh kesah kami para nelayan, tidak bisa berangkat karena BBM sangat tinggi harganya. Dan ini Alhamdulillah sudah turun menjadi Rp15.000,-. Terima kasih Bapak Prabowo dan Bapak Menteri ESDM Pak Bahlil," kata Sunasi, salah satu tokoh Nelayan di Kabupaten Pati, Rabu (15/7/26).
Sunasi mengatakan perjuangan nelayan yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir akhirnya membuahkan hasil. Kebijakan tersebut memberikan harapan agar aktivitas melaut tetap bisa berjalan di tengah tingginya biaya operasional.
Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang telah merespon keluh kesah Nelayan hingga adanya pengumuman turunnya harga BBM khusus nelayan.
"Kami sebagai perwakilan nelayan di Kabupaten Pati mengucapkan terima kasih, dan kalau bisa ya diturunkan lagi. Tapi saya bersyukur kemarin tinggi sekarang menjadi Rp15.000,- terima kasih Pak Presiden dan Pak Bahlil," ucap Sunasi.
Baca juga: Pendapatan Sektor Parkir, Dishub Pati Targetkan Tahun 2026 Mencapai Rp 1 Miliar
Baca juga: Aspirasi Nelayan Dikabulkan, Chandra Berterima Kasih ke Prabowo
Dengan turunnya harga BBM yang semula diatas Rp23.000,- menjadi Rp15.000,- ini disambut gembira oleh para pemilik kapal salah satunya Sarpani. Saat harga BBM naik, kapal yang ia miliki tidak berangkat beraktivitas melaut.
"Kemarin-kemarin keberatan kapal tidak bisa berangkat Pak pengaruh harga BBM terlalu tinggi. Kalau bisa ini saya masih keberatan, kalau bisa diturunkan lagi. Terima kasih Bapak Presiden. Saya pemilik Kapal Nelayan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Pak Bahlil sudah menurunkan harga BBM Rp23.000,- menjadi Rp15.000,-," pungkas Sarpani.
Kebijakan penurunan harga solar non-subsidi untuk kapal nelayan berukuran 30–200 GT tersebut ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 13 Juli 2026. (aa)
(Foto: Nelayan Pati)

Komentar
Posting Komentar