Diduga Korsleting Listrik, Gudang Produksi Garam Terbakar Ludes

(Foto: anggota kepolisian sedang mengungkap kronologi kejadian kebakaran Gudang Produksi Garam di Wedarijaksa Pati) 

Kabarpatigo.com - WEDARIJAKSA - Gudang produksi garam di Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, Jawa Tengah ludes terbakar.

Akibatnya Luki (41) pemilik gudang produksi garam diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga: Silaturahmi di Pati, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Berikan Arahan "3 Pilar Dirikan Rumah Restorasi of Justice"

Baca Juga: Dandim Pati Distribusikan Peminjaman Pompa Air Kepada Kelompok Tani

Baca Juga: Kompleks Joyo Kusumo Menjadi Lokasi Festival Kuliner UMKM di Pati

Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan api mulai membesar sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi saat itu para pekerja sudah selesai aktivitas dan pulang ke rumah. Ada warga yang melihat api di gudang lalu melaporkan kepada pemilik gudang.

Baca Juga: Meningkatkan Kapasitas Petani dalam Mengelola Sumber Daya Air, DPUTR Adakan Pelatihan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)

Luki lantas melaporkan kejadian kepada Polsek Wedarijaksa dan pemadam kebakaran.

“Gudang yang terbakar ukuran Luas 200 m², Dinding terbuat dari tembok batu bata putih dan kayu bambu, Kerangka atas terbuat dari besi dan kayu, Beratap Asbes dan berlantai keramik dan plesteran," ungkapnya.

Kapolsek mengatakan dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Api begitu besar setelah menyambar mesin produksi garam dan kayu di dalam gudang.

Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

“Untuk analisa kita penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, yang terbakar ada garam yang sudah siap jual sama mesin untuk motong kayu untuk papan, kerugian perkiraan sekitar Rp 100 juta,” jelasnya.

Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Ada delapan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.

“Ada delapan mobil damkar yang dikerahkan, tadi selesai laporan 1,5 jam,” ungkapnya. (hrp)

Komentar