Dukung ASN Hemat Energi, DPRD Jateng: WFH Perlu Kajian

(Foto:Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh)

Kabarpatigo.com - SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menilai usulan Gubernur Ahmad Luthfi soal aparatur sipil negara (ASN) harus hemat energi dengan berangkat ke kantor naik sepeda, transportasi umum, atau jalan kaki sudah bagus.

Namun, terkait bekerja dari rumah atau work from home (WFH) maupun bekerja di mana saja atau work from anywhere (WFA), perlu pembahasan khusus terkait hari penerapan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, menilai usulan Ahmad Luthfi sudah tepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Namun, aturannya perlu didetailkan agar kalkulasi terkait penghematan energi bisa terukur secara jelas.

"Misalnya, ada berapa ASN yang terlibat, baik provinsi maupun kabupaten/kota," kata Saleh disadur dari Espos, Selasa (31/3/26).

Saleh juga memberi catatan soal pemanfaatan potensi energi lokal sebagai alternatif lain. Misalnya dengan mengoptimalkan gas rawa, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, serta sumur minyak rakyat di sejumlah kabupaten/kota.

"Sehingga bisa turut mengurangi impor BBM dan energi lainnya," ucap politisi Partai Golkar ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Jateng, Sumanto. Menurutnya, banyak opsi yang bisa dipilih ASN, mulai dari naik sepeda, transportasi umum, hingga jalan kaki, menyesuaikan lokasi rumah dengan kantor masing-masing.

"Ya, itu usulan bagus untuk mengurangi penggunaan BBM, untuk kesehatan juga bagus, tentunya akan kita dorong," kata Sumanto.

Kendati demikian, untuk usulan WFH atau WFA satu hari dalam sepekan, Sumanto memberi catatan serius. Sebab, penerapan harinya perlu kajian mendalam agar tidak disalahgunakan oleh para ASN untuk liburan atau keperluan lain.

"Nah, yang [WFH atau WFA] itu nanti akan saya lihat seperti apa [harinya]. Karena kan masih wacana," ucapnya.

Baca juga: Pati Resmi Menjadi Markas Batalyon B Brimob Polda Jateng

Baca juga: Renovasi Pasar Sebesar Rp 6 M Belum Jalan, LBH Djuang Pati Minta Plt Bupati Bertindak Cepat

Terpisah, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mulai mengkaji efisiensi penghematan energi. Langkah yang diambil di antaranya meminta 35 kepala daerah dan ASN untuk naik sepeda, angkutan umum, atau jalan kaki saat berangkat dan pulang dari kantor.

"Kami masih menunggu edaran resmi pemerintah soal efisiensi. Namun, intinya Pemprov Jateng sudah siap mengambil langkah," kata Luthfi seusai penandatanganan pakta integritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gradhika Semarang, Senin (30/3/26).

Langkah-langkah yang dimaksud Luthfi ialah memaksimalkan 2.500 desa mandiri energi yang ada di Jawa Tengah. Kemudian pemanfaatan gas alam oleh Jateng Agro Berdikari (JTAB) atau badan usaha milik daerah (BUMD).

Tak berhenti di situ, Luthfi juga sedang melakukan kajian untuk menghitung penghematan energi di lingkup ASN. Meski belum menyampaikan target energi yang akan dihemat, komitmen ini nantinya akan dilakukan bersama seluruh kepala daerah dan ASN.

"Hari tertentu nanti, ASN bisa naik sepeda dengan seluruh bupati/wali kota. Lalu bisa pakai kendaraan umum. Kalau perlu, lari pulang-pergi kantor," imbuhnya.

Penerapan bekerja dari rumah atau bekerja dari mana saja juga akan diambil. Namun, hari penerapannya masih dalam pembahasan lebih lanjut. "WFA juga sama, akhirnya kami kaji," tegasnya. (spos)

Komentar