(Foto: Famlet)
Kabarpatigo.com - PATI - Para nelayan akan menggelar demo pada 4 Mei 2026 di Alun-alun Pati. Mereka keberatan atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang kini membebani biaya melaut.
Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiono mengungkapkan, bahwa aksi ini merupakan hasil koordinasi lintas asosiasi nelayan dan para nakhoda.
Mereka menilai lonjakan harga BBM industri telah melumpuhkan aktivitas melaut. Sebelumnya, harganya di angka Rp 21.000 per liter. Kini menjadi Rp 26.000 hingga Rp 30.000 per liter.
“Selama ini nelayan kapal di atas 30 gross ton tidak menggunakan BBM subsidi, melainkan BBM industri. Sekarang harganya mencapai Rp 26.000 per liter, bahkan di beberapa daerah hingga Rp 30.000. Ini sangat memberatkan,” ujar dia kepada awak media, Senin (27/4/26).
Menurutnya, sekitar 70 persen biaya operasional melaut terserap untuk kebutuhan BBM.
Kondisi ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut karena biaya yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan.
Dalam aksi yang akan digelar di Alun-alun Pati, nelayan menuntut pemerintah menetapkan harga khusus BBM perikanan.
Mereka mengusulkan kisaran harga Rp 10.000 hingga maksimal Rp 13.600 per liter. Harga itu memang masih di atas harga subsidi, namun lebih terjangkau dibanding BBM industri saat ini.
“Aksi ini bukan meminta subsidi penuh, tetapi harga khusus yang realistis agar nelayan tetap bisa beroperasi,” tegas Eko.
Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 orang dari berbagai organisasi, termasuk Asosiasi Mina Santosa dan Mitra Nelayan Sejahtera.
Eko mengungkapkan, bahwa massa akan berkumpul di Alun-Alun Juwana sebelum bergerak menuju Alun-Alun Pati untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Baca juga: Program Sekolah Rakyat Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga Pati
Baca juga: Alun-Alun Kembang Joyo Kembali Menggeliat, Plt Bupati: Mei Kita Adakan Penataan
Pihaknya menegaskan bahwa aksi 4 Mei bukanlah langkah terakhir. Jika tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah daerah maupun pusat, mereka siap menggelar aksi lanjutan di Jakarta.
“Kami berharap ada kebijakan nyata. Jika tidak, kami akan bergerak ke pemerintah pusat,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator aksi damai, Mohamad Agung, menyebutkan bahwa gerakan ini tidak hanya terjadi di Pati.
Sementara di Pendopo Desa Nelayan dari berbagai daerah Pantura juga akan menggelar aksi serupa secara serentak.
“Mulai dari Probolinggo, Indramayu, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Juwana, hingga Rembang sudah terkoordinasi. Ini gerakan bersama,” jelas Agung. (kom)


Komentar
Posting Komentar