(Foto: Pasar Kayen Pati)
Kabarpatigo.com - PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk renovasi empat pasar tradisional pada 2026.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas perdagangan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Pati.
Empat pasar yang akan direnovasi meliputi:
- Pasar Puri Baru
- Pasar Kayen
- Pasar Porda Juwana
- Pasar Trangkil.
Baca juga: Plt Bupati Pati: Ibu Jadi Kunci Literasi Digital
Proses tender dimulai Juni hingga Juli
Seluruh proyek renovasi tersebut ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, mengatakan saat ini proyek renovasi masih dalam tahap perencanaan.
Proses tender diperkirakan dimulai pada Juni hingga Juli 2026 sebelum masuk tahap pelaksanaan pembangunan.
“Ada renovasi empat pasar yang masuk ke DPU. Pasar Puri, Pasar Kayen, Pasar Porda Juwana dan Pasar Trangkil,” ujar dia disadur dari Kompas.com, Sabtu (16/5/26).
Menurut dia, renovasi pasar dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperbaiki sarana dan prasarana perdagangan tradisional agar lebih representatif.
Berdasarkan data dari DPUTR Kabupaten Pati, total anggaran renovasi empat pasar tersebut mencapai Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD Murni 2026.
Berikut rincian anggaran pembangunan pasar di Pati
- Pasar Kayen: Rp 1.298.968.000
- Pasar Porda Juwana: Rp 756.320.000
- Pasar Puri Baru: Rp 1.598.480.000
- Pasar Trangkil: Rp 1.348.152.000
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026
Baca juga: Komisi XI DPR Misbakhun Sebut Prabowo Tenangkan Warga: Yang Terpengaruh Dolar Orang Kaya
Arief menyebutkan, besaran anggaran masing-masing pasar berbeda karena menyesuaikan kebutuhan dan kondisi bangunan yang akan diperbaiki.
“Itu macam-macam nilai anggarannya, beda-beda besarannya,” jelasnya.
Meski demikian, DPUTR Pati belum merinci bagian pasar mana saja yang akan direnovasi. Pemerintah masih menunggu hasil final proses perencanaan teknis sebelum pekerjaan dimulai.
“Kalau masalah itu belum bisa bicara karena ini masih proses berjalan perencanaannya,” pungkasnya.
Renovasi pasar tradisional diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus memperkuat geliat ekonomi lokal di Kabupaten Pati. (kom)

Komentar
Posting Komentar