(Foto: logo PSDS Deli Serdang dan Persipa Pati)
Kabarpatigo.com - Dugaan praktik pengaturan pertandingan atau match fixing yang menyeret nama Persipa Pati dalam kompetisi Liga 3 atau Liga Nusantara 2025/2026 tengah menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Namun, klub berjuluk Laskar Saridin itu dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang beredar.
Isu tersebut mencuat karena unggahan pada Minggu (14/6/2026) oleh akun Instagram forum_wasitwasit_idn soal dugaan adanya pengaturan hasil pertandingan antara PSDS Deli Serdang melawan Persipa Pati.
Baca juga: Lengkap Tim 16 Besar Liga 4 Nasional 2026, Ini Pembagian Grup dan Jadwal
Dalam unggahan, akun tersebut menyebut pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (24/1/26), diduga telah diatur agar dimenangkan Persipa Pati.
Laga tersebut memang menjadi pertandingan krusial bagi kedua tim. Persipa wajib meraih kemenangan untuk memastikan bertahan di Liga 3 dan menghindari degradasi.
Sementara PSDS Deli Serdang hanya membutuhkan hasil imbang untuk tetap aman di kompetisi tersebut.
Pada akhirnya, Persipa Pati berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 3-0 atas PSDS Deli Serdang.
Akun forum_wasitwasit_idn mengaku memperoleh kesaksian dari seorang pemain PSDS Deli Serdang yang identitasnya masih dirahasiakan.
Narasumber tersebut mengaku terlibat dalam dugaan pengaturan pertandingan yang berkaitan dengan laga penentuan Persipa Pati.
Dalam pengakuan yang diunggah akun tersebut, narasumber mengaku dihubungi seorang makelar yang disebut berasal dari Persipa Pati dan berinisial Mr H.
Mr H mengeklaim terdapat dana sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk mengondisikan hasil pertandingan.
Dari nominal tersebut, sebesar Rp 35 juta disebut dialokasikan untuk perangkat pertandingan.
“Tim saya dikondisikan Rp 100 juta termasuk Rp 35 juta untuk perangkat dan sudah kami berikan. Mr H (makelar dari Persipa) juga sudah saya kasih Rp 7 juta sebagai fee. Bukti chat dan transfer ada di saya. Sampai sekarang Mr H masih menagih saya karena meminta fee Rp 15 juta dari transaksi ini,” tulis akun tersebut.
Baca juga: Kerugian Ditaksir Rp275 Juta, Polisi Pati Selidiki Kebakaran Genset Sound Horeg
Baca juga: Pererat Silaturahmi dan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kodim Pati Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Tak hanya itu, narasumber juga mengaku dirinya bersama empat pemain PSDS Deli Serdang lainnya dijanjikan kesempatan bergabung dengan Persipa Pati apabila berhasil menjalankan skenario yang telah disepakati.
“Janji itu tinggal janji. Saya memilih membuka persoalan ini ke publik karena menilai praktik makelar sepak bola telah merusak integritas kompetisi,” ungkap narasumber sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut.
Menanggapi tudingan tersebut, Anggota Dewan Komisaris Persipa Pati, Saiful Arifin atau yang akrab disapa Safin, membantah adanya keterlibatan klub dalam praktik pengaturan pertandingan.
Menurut dia, Persipa menjalani seluruh kompetisi sesuai regulasi yang berlaku dan fokus memperkuat tim demi bertahan di Liga 3.
“Kita nggak ngerti apa-apa. Kita jalani pertandingan sesuai regulasi dan sampai terakhir kita datangkan Coach Nazal untuk memperkuat tim,” kata Safin yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pati.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari operator kompetisi maupun federasi sepak bola terkait dugaan match fixing tersebut. (kom)

Komentar
Posting Komentar