Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG, Endah SW: Segera Akan Kami Bahas di Rapat Internal

(Foto: Anggota DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati saat kunjungi siswa yang diduga keracunan MBG di RSUD Soewondo Pati, Kamis 10 Sept 2026)

Kabarpatigo.com - PATI - Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di dua sekolah di Kecamatan Gembong yaitu SMP N 1 Gembong dan MTs N 3 Pati. Membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Jawa Tengah mengambil sikap.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati mengatakan bahwa pihaknya akan membahas masalah tersebut ke rapat internal. Pihaknya juga akan menyikapi kasus tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ini nanti akan kami bahas pastinya kita akan menyikapi ini semua sesuai dengan aturan karena ini harus menjadi suatu perhatian supaya tidak terjadi lagi. Karena ini untungnya tidak ada yang sampai lebih parah pada saat ini,” ujar Endah ditemui di RSUD Soewondo Pati, Kamis (10/9/26).

Rombongan Komisi D DPRD Pati, saat ini juga melakukan peninjauan secara langsung terhadap korban dugaan keracunan menu MBG itu.

Menurut Anggota dari Fraksi Partai Golkar ini, dari total 265 siswa, rata-rata kondisinya sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang.

“Sepertinya ini sudah cukup banyak yang kondisinya sudah pulih sudah diizinkan pulang dan beberapa masih menginap di RSUD Soewondo ini ada 24 anak masih mendapatkan perawatan,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Ning.

Bu Ning menerangkan bahwa dugaan keracunan itu berawal dari siswa di dua sekolah itu yang menyantap menu MBG pada hari Selasa (8/9/26) dengan menu nasi bakar dan ayam suwir.

Baca juga: Pemkab Akan Lakukan Pemerikasaan Menyeluruh kepada Seluruh SPPG di Pati

Baca juga: Waka BGN Trenggono Kunjungi Korban Keracunan MBG di Pati, SPPG Terancam Tutup Permanen

Ia menyebut, gejala mual hingga diare tidak dirasakan oleh siswa seketika. Akan tetapi, baru mulai dirasakan pada pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.

Kalau melihat dari cerita anak-anak ini diawali dari makan MBG hari Selasa ada nasi bakarnya dimana dan rata-rata sakitnya jam 9 sampai jam 10 malam,” jelas ketua DPD Partai Golkar Pati.

Paginya anak-anak ke sekolah. Dari situ anak-anak ke sekolah karena sekolah masih kondisi sakit terus dibawa ke sini ada yang lebih parah ada yang sampai di oksigen ada yang tidak sadar. Karena mungkin kondisi fisik masing-masing anak berbeda-beda,” lanjutnya.

Jumlah terbaru total siswa yang mengalami gejala keracunan mencapai 265 siswa. Dari jumlah itu, 54 dilakukan rawat inap di RSUD Suwondo 23 siswa, RS Mitra Bangsa 12 siswa, RS KSH 18 siswa, RS Fastabiq Sehat 1 siswa.

Sementara itu, untuk yang rawat jalan ada 138 siswa diantaranya di RS Soewondo 104 siswa, RS Mitra Bangsa 31 siswa dan Puskesmas Gembong 3 siswa. (red)

Komentar