(Foto: Susu yang diduga penyebab mual dan muntah)
Kabarpatigo.com - PATI - Dugaan keracunan makanan kembali membayangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 21 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambahmulyo 02, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai mengonsumsi susu kemasan bantuan program tersebut, Rabu (30/9/26).
Enam di antaranya bahkan harus dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jakenan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Sekolah tersebut diketahui menerima pasokan makanan dan minuman program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambahmulyo 01.
Perawat Puskesmas Jakenan, Yuliati, menyampaikan bahwa keenam siswa yang dirujuk ke faskes telah mendapatkan perawatan insentif berupa pemberian obat-obatan serta analisis sampel muntahan.
"Alhamdulillah pasien sudah stabil dan kondisinya sudah normal semua. Pasiennya sudah pulang semua," ujar Yuliati.
Berdasarkan penelusuran (tracing) tim medis Puskesmas Jakenan di lokasi sekolah, terdata total 21 anak yang mengeluhkan gejala serupa. Dari jumlah tersebut, 15 anak lainnya memilih menjalani pemulihan mandiri di rumah karena kondisi fisik yang dinilai relatif stabil.
Seluruh korban disinyalir mengalami reaksi kejanggalan usai meneguk susu kemasan paket MBG edisi hari itu. Anehnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kemasan fisik susu masih utuh tanpa kerusakan, serta masa kedaluwarsa yang masih tertera hingga Juni 2027.
"Dari keterangan anak-anak itu tadi, ada yang bilang katanya rasanya kurang enak. Untuk kemasan masih tetap bagus, tidak ada yang rusak, tanggal kedaluwarsanya masih Juni 2027," kata Yuliati.
Kepanikan melanda para wali murid saat jam pulang sekolah. Septi, salah satu orang tua siswa kelas 5 SDN Tambahmulyo 02, menceritakan pengalamannya saat hendak menjemput putrinya, Meisya.
Baca juga: Resmi Diumumkan Kepengurusan PBNU Masa Khidmat 2026-2031, Berikut Susunannya!
Setibanya di sekolah sekitar pukul 11.30 WIB, ia mendapati putrinya sudah dilarikan ke puskesmas setelah mengeluhkan pusing dan mual usai mengonsumsi susu sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut penuturan Septi, sejumlah siswa mendapati kejanggalan rasa dan tekstur pada cairan susu sebelum timbulnya gejala kesehatan.
"Anak saya mengeluhkan pusing dan mual usai minum susu bersama teman-temannya. Ada yang bilang rasanya pahit dan kecut, bahkan punya temannya ada yang sudah bergerindil (menggumpal)," ungkap Septi.
Insiden ini menyisakan kekhawatiran mendalam bagi para orang tua murid di kawasan tersebut. Septi berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional penyimpanan dan distribusi bahan pangan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Para orang tua pun mendesak pihak berwenang melakukan penghentian sementara atau evaluasi ketat pada unit penyedia pasokan gizi demi menjamin keselamatan anak-anak sekolah. (dis)

Komentar
Posting Komentar