Soroti Kasus Kematian Siswa SD Pemalang, Doli Kurnia Minta Semua Pihak Introspeksi

(Foto: Wakil Ketua Umum Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia)

Kabarpatigo.com - PEMALANG - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyoroti kasus meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa sekolah dasar berusia 7 tahun di Pemalang yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh kakak kelasnya.

Doli datang langsung ke Kabupaten Pemalang untuk melihat penanganan kasus tersebut. Dalam kunjungannya, ia bertemu dengan Sekretaris Daerah Pemalang Bagus Sutopo di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Doli mengatakan kehadirannya bukan sekadar untuk mengetahui perkembangan kasus, tetapi juga untuk melihat secara langsung persoalan yang menimpa korban serta mencari kemungkinan bantuan yang dapat diberikan.

“Kedatangan saya ini memang mau menangani masalah itu. Saya datang ke Kabupaten Pemalang ini dalam rangka itu, ingin melihat langsung dan mudah-mudahan bisa bantu menangani kasus anak kita itu,” ujar Doli, dikutip dari akun Instagram miliknya, Selasa (6/10/26).

Menurut Doli, kasus tersebut menjadi perhatian serius karena melibatkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengaku prihatin ketika mengetahui dugaan kekerasan tersebut berujung pada meninggalnya seorang anak.

“Ya, bayangkan, anak-anak kita yang SD kalau saya lihat mukanya kemarin yang melakukan pemukulan itu. Mukanya kan lucu-lucu itu. Iya kan? Tapi dia sudah berstatus sebagai pembunuh sekarang ini,” jelasnya.

Doli juga menyampaikan keinginannya untuk berdialog langsung dengan anak-anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia ingin mengetahui latar belakang serta alasan yang membuat mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Saya mau ketemu sama anak-anak itu. Anak-anak yang melakukan ini. Saya pengin dialog aja. Apa yang mereka pikirkan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Doli menilai penyelesaian kasus tersebut tidak cukup dilakukan dengan mencari pihak yang harus disalahkan. Menurutnya, persoalan kekerasan yang melibatkan anak perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan lingkungan keluarga, sekolah dan pendidikan yang diterima anak.

“Kita kan sekarang merasa kebingungan. Mau nyalahin siapa? Mau nyalahin anak kecil ini? Kita enggak tahu latar belakangnya kenapa dia begitu dan umurnya masih segitu. Dan secara hukum kan enggak ada yang bisa dikenakan. Hukum kita belum bisa meng-cover soal itu,” kata Doli.

Ia kemudian mempertanyakan tanggung jawab berbagai pihak yang berada di sekitar anak, mulai dari keluarga hingga lingkungan pendidikan.

“Terus salah siapa? Mau nyalahin orang tuanya? Mungkin kalaupun orang tuanya salah, itu efek dari pendidikan jangka panjang. Mau salahin gurunya? Atau kepala sekolahnya atau apa? Jadi ya menurut saya ini salah kita semua,” lanjutnya.

Baca juga: Managemen Persipa Umumkan Jajaran Kepelatihan, Ada Mantan Kiper Persija Jakarta

Baca juga: Pengurus KADIN Pati Dikukuhkan, Plt Bupati: Tolong Investor di Jejaring KADIN Dibawa ke Pati

Dalam kunjungannya ke Pemalang, Doli juga menyempatkan diri mendatangi kediaman Aqib di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Ia bertemu langsung dengan keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aqib.

“Pertama menyampaikan langsung rasa belasungkawa kami kepada bapak dan ibu. Kita doakan almarhum ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah,” ucap Doli.

Dalam pertemuan tersebut, Doli juga mendengarkan keterangan keluarga mengenai kondisi Aqib setelah dugaan peristiwa kekerasan terjadi. Ia menyinggung kondisi korban yang disebut mengalami sakit setelah menerima pukulan.

“Pukulan anak kecil itu keras benar berarti, ya. Jadi semenjak itu enggak ke rumah sakit lagi. Tetap di rumah terus,” ungkapnya.

Doli menyatakan kesediaannya membantu keluarga korban apabila membutuhkan dukungan lebih lanjut. Ia meminta keluarga tidak ragu menghubunginya apabila terdapat kebutuhan yang dapat dibantu.

“Kalau ada perlu apa-apa, segala macam, langsung sama saya,” kata Doli. (sok)

Komentar