Ketum Airlangga Hartarto Janji Tingkatkan Dana Abadi Pesantren Hingga Rp50 T

(Foto: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat diwawancarai media di acara GIBRAN di Kota Bekasi, Kamis 25 Jan 2024)

Kabarpatigo.com - BEKASI -  Di hadapan ribuan jemaah Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto berjanji dana abadi pesantren akan ditingkatkan menjadi Rp50 triliun ke depannya.

Hal itu disampaikan langsung Airlangga saat memberikan sambutan di hadapan sekitar 4 ribu warga Bekasi yang menghadiri acara Gerakan Indonesia Bertadarus Al-Qur’an (Gibran).

Acara GIBRAN diselenggarakan Satkar Ulama Indonesia di Alexandria Islamic School, Jalan Pengasinan, Rawalumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis malam (25/1/24).

Baca Juga: Kampanye Akbar Prabowo Gibran di Simpang Lima Semarang Bertema "Kirab Kebangsaan"

Baca Juga: Bahas Strategi Pemenangan Pemilu 2024, DPD Golkar Jateng Berkumpul

Baca Juga: Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Wapres RI di Wilayah Kabupaten Pati

Baca Juga: Pemilu 2024 Airlangga Targetkan Golkar Raup 20 % Suara Nasional

Kita perlu bersyukur kepada Allah SWT bahwa kita menjadi bagian dari pendukung pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo yang selalu memberikan perhatian kepada umat Islam,” kata Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menjelaskan bahwa pemerintahan Jokowi selalu memberikan perhatian kepada umat Islam melalui pendidikan pesantren, madrasah, pelayanan ibadah haji, serta mendorong kemajuan ekonomi syariah, pengembangan produk halal dan sertifikasi halal.

Pemerintah mendorong dana abadi bagi pesantren, dan targetnya insya Allah bila Tuhan YME memberikan rida, maka tentu dana abadi ini akan kita tingkatkan menjadi Rp50 triliun ke depannya,” pungkas Airlangga.

Dana abadi pesantren ini sudah dilakukan Pemerintahan Jokowi saat ini. Pada 2023, Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp250 miliar untuk dana abadi pesantren yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dana abadi pendidikan yang saat ini berjumlah Rp106,1 triliun. (red)

Komentar