Ada Sejak Abad 15, Ketupat Jadi Sajian Khas Lebaran, Ini Maknanya!

(Foto: Ketupat)

Kabarpatigo.com - Ketupat menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia di hari lebaran. Ketupat biasanya menjadi makanan yang disajikan dengan rendang, opor ayam, hingga berbagai makanan berkuah lainnya.

Ketupat tidak hanya sekedar makanan biasa. Terdapat sejarah di masa lampau yang membuat ketupat menjadi sajian khas hari raya.

Ketupat juga memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam di Jawa. Simak selengkapnya!

Makna Lebaran Ketupat

Memiliki sejarah sejak abad ke 15, ternyata ketupat bagi masyarakat Jawa memiliki makna dan simbol dari bentuk ketupatnya itu sendiri.

Arti kupat dimaknai dengan “laku papat” yang berarti simbol dari empat segi ketupat. Laku papat juga memiliki makna tindakan, yaitu Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

Baca Juga: 6 Menu Lebaran Lezat yang Pas untuk Hari Raya Idul Fitri, Nomor 1 Favorit!

Berikut makna setiap katanya:

1. Lebaran berarti suatu tindakan yang sudah selesai, diambil dari kata lebar. Lebaran memiliki makna yang berarti umat Islam sudah selesai menjalani ibadah puasa.

2. Luberan menjadi simbol untuk melakukan sedekah dengan ikhlas selayaknya air yang berlimpah dan luber dari wadahnya.

3. Leburan yang berarti pada hari Idul Fitri semua dosa bisa melebur dengan cara saling bermaaf-maafan.

4. Laburan memiliki arti kapur putih. Idul Fitri menjadi hari kemenangan dimana hati seseorang kembali menjadi putih suci setelah melakukan ibadah di bulan Ramadan.

Seperti diketahui, tradisi makan ketupat saat lebaran juga berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia.

Seperti di Kudus, lebaran ketupat di Kudus dimeriahkan dengan prosesi Kirab Gunungan Seribu Ketupat dimana ketupat berjumlah seribu kemudian dibentuk gunung dan diarak oleh masyarakat menuju Masjid Sunan Muria.

Tradisi tersebut memiliki makna untuk mensyukuri kelancaran puasa Ramadan. Bagaimana dengan tradisi ketupat di daerahmu? (*)

Komentar