Ratusan Petani Demo di Kantor BPBD Pati Tuntut Bantuan Puso yang Dijanjikan Tidak Terealisasi

(Foto: petani Demo di depan kantor BPBD Pati, Senin 10 Jun 2024)

Kabarpatigo.com - PATI - Ratusan petani mendatangi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Senin (10/6/24).

Mereka melakukan aksi demo untuk menagih janji Presiden RI Joko Widodo yang akan memberikan bantuan puso kepada para petani yang gagal panen

Aksi yang dilakukan oleh para petani, datang ke kantor BPBD Pati dengan membawa sejumlah spanduk dan sound sistem.

Baca juga: Pemkab Pati Launching SI-DARJA, untuk Meningkatkan Transparansi Pengelolaan Data Barang dan Jasa

Baca juga: Di Usia 92 Tahun, Pj Bupati Pati Berharap RSUD Soewondo Menjadi Pelopor dalam Melayani Kesehatan Masyarakat

Para petani mengancam jika janji Jokowi tidak segera diakomodir, maka para petani yang pernah mengalami gagal panen akan mekakukan aksi lebih besar

“Kami menagih janji Pak Jokowi saat digrobogan, yang akan memberikan bantuan petani puso,” teriak Nurhadi, saat melakukan orasinya.

Baca juga: Gelar Press Release, Polresta Pati Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Pemilik Rental Mobil

Baca juga: Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perkelahian yang Menyebabkan Meninggal Dunia di Sukolilo Pati

Menurutnya, Presiden Jokowi pernah menyampaikan akan memberikan bantuan bagi petani puso yang gagal panen pada tahun 2023 lalu

Hanya saja, sampai saat ini untuk bantuan yang pernah disampaikan itu ternyata tidak terealisasi.

“Petani itu sakit, 2023 lalu kita gagal panen, dan Jokowi saat di Grobogan pernah menggembar-nggemborkan akan membantu petani, tapi ternyata tidak terealisasi,” teriaknya.

Di tempat yang sama, Koordinator aksi Marzuki mengaku, Pada tahun 2023, para petani di wilayah Kabupaten Pati banyak yang gagal panen.

Presiden Jokowi saat kunjungannya di Grobogan, berjanji akan memberikan bantuan kepada para petani yang gagal panen, namun ternyata sampai saat ini belum diakomodir

“Totalnya hampir Rp 50 milyar, dan kami minta agar Presiden Jokowi segera merealisasi, karena ini sudah 1 tahun lebih,” terangnya

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo berharap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para petani bisa didengar oleh pemerintah pusat.

Ia mengaku, kendala yang dihadapi yakni masalah anggaran. Dimana, untuk wilayah Pati mencapai Rp 46 miliar. Sehingga pemerintah tidak bisa memberikan bantuan itu dalam waktu yang sama.

Meskipun kita paham, pemerintah pasti tidak dengan sengaja menunda pelaksanaan pemberian bantuan puso ini. Kita harus yakin itu,” tandasnya. (zonasatu.net)

Komentar