(Foto: Pengukuhan DPD IMM DIY periode 2025-2027, Sabtu 31 Jan 2026)
Kabarpatigo.com - YOGYAKARTA - Suasana yang sakral dan semangat regenerasi terasa kuat di Amphiteater Gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (31/1/26).
Sebanyak 41 pimpinan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY) periode 2025–2027 resmi dikukuhkan melalui prosesi yang berlangsung begitu khidmat.
Momentum ini sekaligus menjadi penanda estafet kepemimpinan dan penguatan arah gerak IMM DIY ke depan.
Sejumlah tokoh Muhammadiyah dari tingkat wilayah hingga pusat, serta perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) se-DIY, hadir menyaksikan langsung prosesi tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. Iwan Setiawan, Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Dr. Azaki Khoiruddin, Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Teknologi Muhammad Akmal Ahsan, Wakil Rektor UAD Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Dr. Nur Kholis, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP ‘Aisyiyah Dr. Norma Sari, Wakil Sekretaris PW ‘Aisyiyah DIY Nunung Damayanti, Ketua FOKAL IMM DIY Drs. Moh. Saleh Tjan, perwakilan Ortom Muhammadiyah DIY, serta kader IMM dari berbagai cabang dan komisariat se-DIY.
Ketua Umum DPD IMM DIY periode 2023–2025, Muhammad Taufiq Firdaus, secara resmi mengakhiri masa kepemimpinannya bersama jajaran.
Dalam pidato wada’, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar kepada kepengurusan baru agar mampu menjaga marwah dan integritas organisasi.
“Kami berharap tidak menjadi demisioner yang menyebalkan. Ada banyak PR dan warisan yang kami tinggalkan, namun saya yakin di bawah kepemimpinan Mayda, IMM DIY bisa jauh lebih progresif,” ujar Taufiq.
Ia juga menegaskan pentingnya soliditas lintas Ortom demi menjaga DIY sebagai episentrum perkaderan nasional.
Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM DIY periode 2025–2027 yang baru dilantik, Mayda Dwi Hadiyanti, mengusung tema kepemimpinan: “Transformasi Gerakan IMM: Meneguhkan Kepemimpinan Inklusif dalam Bingkai Keistimewaan DIY.”
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah peradaban yang menuntut kesungguhan dan keberlanjutan.
“Gerakan IMM sesungguhnya berdenyut di forum-forum kecil yang sederhana namun bermakna. Kami ingin transformasi inklusif ini menjadikan gerakan IMM milik bersama, dari bawah kita bersinergi,” tegas Mayda.
Ia menambahkan bahwa DPD IMM DIY ke depan akan mengambil peran sebagai mitra kritis yang solutif terhadap dinamika sosial di Yogyakarta dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
“Jejaring ini akan kokoh ketika kita bergerak bersama dalam mewujudkan IMM DIY sebagai poros intelektual ikatan,” pungkasnya.
Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Teknologi, Muhammad Akmal Ahsan, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa makna pelantikan tidak berhenti pada aspek seremoni semata.
“Substansi pelantikan adalah jadi momentum awal agar satu periode kepemimpinan IMM dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Akmal menyebut bahwa agenda transformasi IMM harus dijalankan secara simultan melalui tiga pilar utama, yakni sistem organisasi, budaya gerakan, dan perilaku kader.
Baca juga: Satu Abad NU, Muhammadiyah Ajak Perkuat Kolaborasi demi Kemajuan Bangsa
Baca juga: Reformasi Pasar Modal: Menyiapkan Jantung Pembiayaan bagi Transformasi Ekonomi Indonesia
Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Iwan Setiawan, turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan DPD IMM DIY yang baru dikukuhkan. Ia berharap Immawan dan Immawati mampu memaksimalkan peran dan kontribusinya selama masa kepemimpinan.
Dalam amanatnya, Iwan menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan melting pot kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Keragaman latar belakang pimpinan IMM DIY mencerminkan posisi strategis DIY sebagai ruang temu dan ruang tumbuh kader.
“DIY ini menjadi ruang temu kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Karena itu, PWM DIY memberi ruang seluas-luasnya bagi teman-teman IMM untuk berkiprah dan bertumbuh,” ujarnya.
Selain prosesi pengukuhan, acara ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda pendukung, antara lain pembacaan “Pakta Integritas DPD IMM DIY Komitmen Anti Kekerasan Seksual”, penampilan musik dan puisi oleh Disnemesia Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, peluncuran LH Magz oleh Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM DIY yang dapat diakses secara daring melalui tautan s.id/LH-Magazine01, peluncuran Pedoman Perkaderan IMM DIY, serta kuliah umum bersama Dr. Norma Sari yang mengulas dinamika gerakan pemuda dan kemahasiswaan kontemporer. (red)

Komentar
Posting Komentar