Ribuan Nelayan Demo, Pemkab Pati Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah Pusat

(Foto: Risma Ardhi Chandra)

Kabarpatogo.com - PATI - Ratusan nelayan Kabupaten Pati menggelar aksi damai di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin (4/5/26) untuk menyuarakan tuntutan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai belum berpihak kepada mereka.

Dalam aksi tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra turut menemui para nelayan dan mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, Pemkab Pati Dorong Penguatan Branding UMKM

Para nelayan meminta agar ada penyesuaian harga BBM bagi kapal nelayan sehingga lebih adil dan mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Para nelayan berharap pemerintah, baik Pemkab Pati maupun DPRD, dapat memberikan dukungan penuh agar kebijakan harga BBM untuk sektor perikanan bisa disesuaikan.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Pati menyatakan bahwa aspirasi para nelayan akan segera ditindaklanjuti ke tingkat pusat, khususnya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Ini akan kita masukkan ke agenda nasional, ke Kementerian KKP untuk aspirasi ini supaya ditindaklanjuti di sana, untuk meminta dukungan supaya harga BBM ini bisa sesuai dengan harga yang para nelayan inginkan,” ujar Chandra.

Baca juga: PSS Sleman dan Garudayaksa FC Lolos Liga 1, Playoff Promosi dan Degradasi Makin Seru

Baca juga: Amankan Aksi Nelayan di Pati, Polisi Kerahkan 1.456 Personel Gabungan secara Humanis

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak KKP telah memberikan respons positif terhadap aspirasi tersebut, setelah menerima penjelasan dari pemerintah daerah.

“Respon KKP bagus dan mereka menerima, sudah kita jelaskan maksud tujuan para nelayan, sebagai dasar perhitungannya sudah kita berikan perhitungan-perhitungan ekonomisnya,” tambahnya.

Chandra juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal perjuangan para nelayan hingga ke tingkat pusat.

“Kita akan mengawal teman-teman nelayan untuk ke Jakarta supaya aspirasinya diterima oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (red)

Komentar