Butuh Ratusan Hektare, Pati Segera Buka Lahan untuk Kawasan Industri

(Foto: Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra)

Kabarpatigo.com - PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana membangun kawasan industri di daerahnya. Luas lahan yang dibutuhkan untuk rencana pembangunan tersebut mencapai ratusan hektare.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengungkapkan, saat ini banyak investor yang tertarik berinvestasi di Bumi Mina Tani. Sehingga kawasan industri tersebut dibutuhkan untuk memfasilitasi ketertarikan investor itu.

“Investor yang masuk banyak. Ada pabrik tas mainan, perusahaan packaging dan lainnya. Ini mereka lagi kami jembatani agar mau berinvestasi di Kabupaten Pati,” kata Plt Bupati Pati.

Pihaknya kini masih intens berkomunikasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait tata ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Menurutnya, masih banyak lahan yang berpotensi menjadi kawasan industri.

“Bahkan kami juga ketemu dari tim Kementerian ATR/BPN setelah kami selesaikan tata ruang di Kabupaten Pati, LP2B-nya sudah 87 persen. Artinya ada sejumlah kawasan di Pati yang nanti bisa diperuntukkan (sebagai) kawasan industri,” terang Risma Ardhi Chandra.

Baca juga: Bawa Misi Cintai Budaya Lokal, Dinar Wijayani Ikuti Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Pati 2026

Baca juga: Kekeringan Mulai Melanda Tiga Desa di Pati, BPBD Minta Puluhan Desa Lain Waspada

Chandra menilai pembangunan kawasan industri ini sangat penting untuk menggenjot investasi dan menumbuhkan perekonomian. Kawasan tersebut dinilai membuat wilayahnya menjadi salah satu tujuan investasi di Jateng.

“Maka kami berharap nanti audiensi dengan ATR/BPN, Pati bisa menjadi salah satu tujuan kawasan industri,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Chandra mengaku belum mengetahui lokasi pasti yang bakal menjadi kawasan industri. Namun, wilayah Kabupaten Pati yang luas dinilai berpotensi didirikan kawasan industri yang butuh lahan hingga 500 hektare.

“Gambaran lokasi belum ada. Tapi wilayah Pati sangat luas. Sehingga masalah LP2B ini sudah terbit, saya kira banyak kantong wilayah yang bisa dimanfaatkan Kawasan Industri. Butuh 200-500 hektare,” pungkasnya. (jog)

Komentar