(Foto: Ilustrasi)
Kabarpatigo.com - PATI - Puluhan desa di Kabupaten Pati diminta bersiap menghadapi kekeringan di musim kemarau ini. Pasalnya, kini sudah ada tiga desa yang dilaporkan dilanda kekeringan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, tiga desa yang telah mengalami kekeringan tersebut tersebar di tiga kecamatan. Yakni Desa Tanjungsekar (Kecamatan Pucakwangi), Desa Tambahagung (Kecamatan Tambakromo), dan Desa Sinoman (Kecamatan Pati Kota).
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, tiga desa itu telah mengajukan permintaan bantuan air. Namun, pihaknya belum mengabulkan permintaan karena warga belum menyiapkan tempat penampungan air.
“Untuk desa yang mengajukan ke BPBD, atensi kami berikan setelah desa siap dengan penampungannya. Kalau desa siap baru kami kirim. Saat ini di Tanjungsekar dan Tambahagung permohonan sudah masuk, tapi kesiapan mereka belum siap. Sehingga belum kami atensi,” kata Martinus.
Martinus menyebut, kekeringan di daerahnya terjadi sejak pertengahan Juli 2026 atau pekan lalu. Namun, dirinya menilai kekeringan saat ini belum terlalu parah.
“Permohonan masuk pada Kamis (16/7/26) pekan lalu. Karena kekeringan belum parah, artinya masih (ada) sumber air dari warga yang bisa dimanfaatkan. Kecamatan Pati di Sinoman itu kami bantu dengan alat penampungan air dengan kapasitas 5 ribu liter. Itu sudah kami atensi untuk membantu warga Sinoman,” ujarnya.
Baca juga: PDAM Pati Akan Berlakukan Penggiliran Jam Pelayanan, Akibat Dampak Bocornya Bendung Karet
Baca juga: Gegara Rujuk Ditolak, Wanita di Pati Dibacok Mantan Kekasih
Meskipun demikian, area terdampak kekeringan di Kabupaten Pati berpotensi bertambah. Mengingat musim kemarau diprediksi lebih panjang daripada tahun sebelumnya. Setidaknya, puluhan desa berpotensi mengalami krisis air bersih.
Desa-desa yang berpotensi kekeringan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, khususnya di area Pati bagian selatan. Pihaknya pun meminta sejumlah desa untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kalau berdasarkan data kekeringan tahun lalu, itu ada kurang lebih kisaran di angka 98 sampai 100 desa. Sebarannya mulai dari Batangan, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, Tambakromo, dan sedikit di Sukolilo. Itu di Pati selatan dan timur. Sementara Pati utara itu Desa Luwang (Kecamatan Tayu) dan Dororejo juga pernah,” pungkasnya. (jog)

Komentar
Posting Komentar