(Foto: kondisi Sungai Silugonggo yang mengering di wilayah Kabupaten Pati)
Kabarpatigo.com - PATI - Ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Pati terancam gagal panen atau puso. Kondisi ini disebabkan kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi ini juga diperparah dengan mengeringnya Sungai Silugonggo. Pasalnya, sungai terbesar di Pati ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian.
Menindaklanjuti persoalan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menyurati Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana untuk meminta penggelontoran air.
Baca juga: Warga RT 09 RW 01 Desa Sendangsoko Jakenan Dapat Bantuan Air Bersih dari Golkar
Baca juga: BBWS Pemali Juwana: Air Untuk Pertanian Pati Terus DIupayakan
Sungai Juwana sendiri bisa dialiri air dari Bendung Wilalung Kudus maupun Waduk Kedungombo Grobogan.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mencatat ada seluas 2.655 hektare lahan persawahan di daerahnya terancam puso. Lahan-lahan ini mayoritas saat ini ditanami padi.
Dari jumlah itu, lahan paling luas berada di Kecamatan Gabus yang mencapai 764 hektare. Kemudian, disusul Kecamatan Pati (706 hektare), Margorejo (469 hektare), Jakenan (442 hektare), dan Kayen (210 hektare).
“Sekitar 2.655 hektare lahan pertanian padi dari 3.057 lahan yang saat ini terancam gagal panen akibat kekeringan,” kata Ratri Wijayanto.
Ratri menyebut pihak Dispertan terus melakukan langkah antisipasi agar dampak kemarau tidak semakin meluas.
Baca juga: 15 Desa di Pati Dilanda Kekeringan, BPBD Terus Lakukan Upaya Pengiriman Air Bersih
Baca juga: Kemarau Panjang, Sungai Silugonggo di Pati Mengering dan Petani Menjerit
Salah satu cara dengan mengupayakan penambahan pasokan air ke Sungai Silugonggo, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
“Potensi gagal panen pastinya ada. Namun Pak Plt. Bupati Pati masih berupaya bersurat ke BBWS Pemali Juwana sebagai bentuk upaya penggelontoran di Sungai Silugonggo agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujarnya.
Pihaknya juga terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian serta ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah.
Sebab, penggelontoran air ke Sungai Silugonggo menjadi salah satu upaya penting untuk mempertahankan produktivitas pertanian. (jog)

Komentar
Posting Komentar