(Foto: ICCN)
Kabarpatigo.com - PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memperkuat komitmen pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui rencana penyelenggaraan Pekan Kreasi Pati 2026 yang akan dirangkaikan dengan Indonesia Culture Festival pada Juli–Agustus 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rayung Wulan, Kompleks Pendopo Bupati Pati, Jumat (9/5/226) waktu lalu.
Pertemuan ini dihadiri Pemerintah Kabupaten Pati, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, Pati Creative Forum, Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Audiensi membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus peluang kolaborasi untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kekuatan utama Kabupaten Pati terletak pada warisan budaya yang telah hidup dan berkembang selama ratusan tahun.
"Kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu yang harus dijaga, tetapi juga sumber inspirasi, inovasi, dan penciptaan nilai ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Plt Bupati Pati Chandra.
Menurut Chandra, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dapat menghasilkan berbagai karya, produk, layanan, dan pengalaman kreatif yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas daerah.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Pekan Kreasi Pati 2026 dirancang tidak sekadar menjadi agenda festival tahunan, melainkan platform kolaborasi yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, seniman, komunitas, akademisi, media, sektor swasta, hingga pemerintah.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati sekaligus Ketua Pati Creative Forum, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menekankan pentingnya penguatan model kolaborasi Hexa Helix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
"Pembangunan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang mampu menghubungkan gagasan, sumber daya, dan peluang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Acep.
Baca juga: Parade Lepas Sambut Kapolresta Pati, Diiringi Tradisi Pedang Pora dan Apel Farewell
Baca juga: Mulai 2028, Bus Trans Jateng Koridor JEKUTI (Jepara Kudus Pati) Beroperasi
Saat ini, Pati Creative Forum dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati telah menjadi bagian dari jejaring nasional ICCN. Melalui jejaring tersebut, Kabupaten Pati memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman, membangun kolaborasi, serta mengadopsi berbagai praktik baik pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas dan budaya dari daerah lain di Indonesia.
Koordinator Daerah ICCN Jawa Tengah, Kury Yusuf, menyampaikan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuannya merawat identitas lokal dan mengolah potensi yang dimiliki menjadi energi kolektif pembangunan.
"Indonesia Culture Festival dan Pekan Kreasi Pati bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memperkuat ekosistem kreatif, membangun rasa percaya diri masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kreativitas merupakan modal penting pembangunan daerah," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk menjadikan kebudayaan, kreativitas, dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan identitas lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga menjadi kekuatan yang menggerakkan masa depan. (iccn)

Komentar
Posting Komentar