Kemarau Panjang, Sungai Silugonggo di Pati Mengering dan Petani Menjerit

(Foto: warga mencari ikan sapu-sapu di sungai Silugonggo)

Kabarpatigo.com - PATI - Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati mengalami penyusutan debit hingga sejumlah titik alurnya mengering akibat kemarau panjang.

Kondisi tersebut membuat petani yang mengandalkan aliran sungai untuk irigasi khawatir tanaman padi mereka mengalami puso jika tidak segera mendapat pasokan air.

Baca juga: 15 Desa di Pati Dilanda Kekeringan, BPBD Terus Lakukan Upaya Pengiriman Air Bersih

Warga Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Lukito mengatakan kekeringan membuat kebutuhan air bagi petani di sepanjang aliran Sungai Silugonggo semakin sulit terpenuhi. Kondisi serupa juga berdampak pada Bendung Karet Sungai Juwana yang turut mengering.

Menurut Lukito, surutnya aliran sungai menjadi persoalan serius bagi petani. Ia menjelaskan, para petani masih membutuhkan air untuk mempertahankan tanaman padi.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam beberapa pekan ke depan tanpa tambahan pasokan air, ratusan hektare tanaman padi berpotensi terdampak.

Semoga ada bantuan air dari waduk lain ke Sungai Juwana agar petani tertolong,” ujarnya, Rabu (2/9/26).

Baca juga: Musim Kemarau, Kodim 0718/Pati Gelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama

Baca juga: Siswa SMP Muhi Pati, Zahra Raih Juara 1 Lomba Membatik "Road To Kilau Raya MNCTV"

Sementara, warga Juwana, Anton mengaku mengetahui kondisi mengeringnya bendung karet tersebut dari unggahan warganet di media sosial. Ia menilai kondisi kali ini berbeda dibandingkan situasi yang pernah terjadi sebelumnya.

Bendung karet ini tidak pernah asat. Akan tetapi, kemarau ekstrem kali ini menyebabkan bendung mengering total,” ujarnya.

Kemarau ekstrem saat ini tidak hanya berdampak pada aliran sungai, tetapi juga meluas ke wilayah permukiman dan pertanian. Sebanyak delapan kecamatan dan ratusan desa di Kabupaten Pati dilaporkan terdampak kekeringan.

Surutnya Sungai Silugonggo juga berdampak terhadap ekosistem perairan. Jutaan ikan sapu-sapu dilaporkan mati mendadak dan terdampar di sepanjang aliran sungai yang mengalami kekeringan.

Petani berharap adanya intervensi untuk menambah pasokan air, salah satunya melalui pengaliran air dari waduk lain menuju Sungai Juwana. Tambahan pasokan tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian. (red)

Komentar