(Foto: kondisi sungai Bango Desa Bulumanis Lor Margoyoso Pati)
Kabarpatigo.com - MARGOYOSO - Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau kondisi Sungai Bango di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (15/8/26), setelah sebelumnya kembali ditemukan tumpukan sampah dan dugaan limbah industri tapioka di sepanjang aliran sungai.
Peninjauan dilakukan bersama DPUTR, DLH, Camat Margoyoso, tokoh masyarakat, serta perwakilan petambak untuk mencari langkah penanganan pencemaran yang kembali terjadi meski pembersihan telah dilakukan pada Juni–Juli.
Chandra menyebut tumpukan sampah ditemukan dalam penyusuran hampir 500 meter.
Kondisi tersebut kembali menghambat aliran sungai dan dilaporkan berlanjut hingga kawasan muara laut.
“Walaupun ditangani dan dibersihkan berulang kali, dalam satu hingga dua bulan kondisinya akan kembali seperti ini jika sumber masalahnya tidak diselesaikan,” ujar Chandra.
Plt Bupati menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pembersihan fisik. Pemerintah daerah mendorong pengusaha tapioka mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara optimal sebelum membuang limbah ke lingkungan.
“Kami sangat mengharapkan komitmen dari para pengusaha tapioka untuk mengelola IPAL-nya dengan benar,” tegas Plt Bupati.
Selain limbah industri, Chandra juga menemukan sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.
Ia pun meminta masyarakat menghentikan kebiasaan tersebut agar penanganan pencemaran tidak kembali berulang.
“Kepada masyarakat, kami juga mengimbau dengan sangat, agar tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai,” kata Chandra.
Pencemaran air juga dikeluhkan perwakilan petambak setempat. Kondisi air yang tercemar disebut telah mengganggu aktivitas pertambakan dan berdampak terhadap perekonomian warga Desa Bulumanis Lor.
Baca juga: Presiden Prabowo Sampaikan Capaian Pemerintah, Diantaranya Beroperasinya 10 Ribu KDKMP
DLH Kabupaten Pati selanjutnya akan mengumpulkan para pengusaha tapioka untuk membahas pengelolaan limbah. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan IPAL dikelola dengan baik sebelum limbah dibuang ke aliran sungai.
“Intinya adalah komitmen dari pengusaha-pengusaha tapioka untuk tidak membuang langsung sampah atau limbahnya di aliran sungai ini,” ujar Chandra.
Pemerintah Kabupaten Pati akan melanjutkan monitoring dan penanganan Sungai Bango bersama perangkat daerah terkait.
Penanganan juga akan diarahkan pada sumber pencemaran agar kondisi sungai tidak kembali memburuk setelah dilakukan pembersihan.
Chandra menegaskan bahwa pemulihan sungai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat diharapkan menjalankan peran masing-masing dalam menjaga kualitas lingkungan serta keberlangsungan aktivitas pertambakan warga. (red)

Komentar
Posting Komentar