Wilayah Pati Tenggara Mulai Dilanda Kekeringan, Warga Terpaksa Harus Beli Air Bersih

(Foto: warga antri air bersih)

Kabarpatigo.com - PATI - Wilayah Kabupaten Pati bagian Tenggara mulai mengalami kekeringan saat memasuki akhir bulan Juli.

Sumur tanah yang selama ini menjadi sumber air bersih tidak bisa lagi mengeluarkan air.

Dampaknya, warga harus membeli dengan harga Rp 350 ribu hingga 450 ribu per tangki isi 5000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Beberapa desa yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Jaken, adalah Ronggo, Sidomukti, dan Desa Mantingan.

Warga di tiga desa tersebut, harus rela antri mengambil air ketika ada bantuan air yang dikirim melalui relawan.

Sejumlah warga menjelaskan, kesulitan air bersih sudah berlangsung dari sebulan lalu.

Akibat kekeringan, selain sulitnya air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mandi, atau mencuci, juga menyebabkan sejumlah tanaman layu, dan bahkan mati di area pertanian.

Baca Juga: Sehari Sebelum Seremoni Porprov XVI Jateng Pati Raya, Obor Api Mrapen Bakal Diarak ke Pati Dua Arah

Sebagian warga lain mengatakan, meski daerahnya mengalami kekeringan, namun mereka mengaku belum pernah menerima bantuan air bersih dari Pemkab Pati.

Harimawan Andi Nurdin, relawan dari Kembang Joyo, menuturkan bahwa pihaknya mulai mengirim bantuan air bersih secara gratis ke wilayah Kecamatan Jaken yang mengalami kekeringan, minimal setiap hari dikirim 2 truk air.

Biaya pengiriman per tangki sekitar Rp 350 ribu. Dana tersebut diperoleh dari bantuan warga Pati yang mempunyai kepedulian.

Andi Nurdin memperkirakan jika hujan tidak turun dalam waktu dekat ini, maka luasan wilayah yang mengalami kekeringan akan bertambah. Terutama, di daerah yang berdekatan dengan sungai Juwana.

Agus Supriyanto, warga setempat memprediksi, kekeringan di daerah Jakenan, umumnya terjadi mulai Agustus atau pasca musim panen kedelai.

Kekeringan yang berdampak terhadap sulitnya untuk memperoleh air bersih hendaknya mendorong Pemkab Pati untuk memprioritaskan pembangunan sektor air bersih.

Melalui PDAM setempat dapat membangun jaringan pipa air bersih ke rumah-rumah warga yang selama ini terdampak kekeringan, agar warga tidak lagi membeli air bersih dengan harga yang mahal. (Airkami.id)

Komentar