(Foto: Sarbumusi Jateng dan PSP usai beraudiensi di Omah Joglo, Margorejo, Pati, belum lama ini)
Kabarpatigo.com - PATI - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jateng mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk membangun pangkalan truk.
Desakan ini usai para sopir mengeluh sering kemalingan saat memarkirkan kendaraan di tepi jalan.
Baca juga: Warga Desa Gebang Gabus Terima Bantuan 14.500 Liter Air Bersih dari Kodim Pati
Baca juga: Plt Bupati Soroti Kebersihan di Kawasan Pekan Kreasi
Ketua DPW Sarbumusi Jateng, Sri Murtopo mengatakan, pihaknya telah mendengarkan keluhan sopir Pati yang menjadi korban maling aki. Ia pun kecewa kepada Pemkab Pati lantaran tak kunjung membangun pangkalan truk.
“Hampir 4 tahun kita berharap bahwa pangkalan truk dibangun. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Beberapa kali kawan kami mengalami pencurian,” tegas Sri Murtopo.
Menurutnya, seharusnya pemerintah ikut bertanggung jawab atas aki sopir Pati yang menjadi sasaran maling. Pasalnya, Pemkab Pati tak kunjung menyediakan pangkalan truk.
Akibat tidak adanya pangkalan truk ini, membuat para sopir terpaksa memarkirkan kendaraannya di sejumlah tempat. Mulai dari SPBU hingga pinggir jalan.
“Ini sama sekali tidak ada tanggung jawab pemerintah kabupaten maupun pusat atas yang terjadi pada sopir,” tegasnya.
Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Pati dan Pendiri BMT Fastabiq, Muhammad Ridwan Tutup Usia
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk menjamin keselamatan bagi sopir Pati. Pasalnya, mayoritas sopir Pati belum memiliki jaminan ketenagakerjaan.
“Jaminan bagi pekerja transportasi belum difasilitasi oleh negara. Sopir kebanyakan pekerja mandiri yang tidak ditanggung perusahaan. Ketika kecelakaan dia harus mengurus sendiri. Jaminan tenaga kerja sangat penting bagi mereka,” ucapnya.
Sri Murtopo menilai seharusnya Pemkab Pati memfasilitasi atau menganggarkan jaminan ketenagakerjaan bagi para sopir. Sarbumusi Jateng menilai Pemkab Pati mempunyai anggaran yang cukup.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sopir Pati (PSP), Muhammad Syahidul Anam menambahkan, banyak sopir yang mengeluh kehilangan aki. Bahkan aksi pencurian ini dilakukan di banyak tempat.
“Mobil terparkir setelah shalat Jumat akinya hilang. Berkali-kali terjadi. Yang laporan lumayan banyak. Ada beberapa titik di Pati. Di depan Pabrik Pakis, Pom Ketanen, Pom Tanjang, sepanjang Lingkar Pati. Sampai saat ini kami belum lapor. Karena kalau lapor sepertinya disepele,” pungkasnya. (jog)

Komentar
Posting Komentar