Ugal-Ugalan dan Merusak Jalan, Warga Kembang Dukuhseti Hadang Truk Tambang

(Foto: Aksi warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati, hadang truk tambang di Jalan Raya Tayu-Puncel, Senin 25 Mar 2024)

Kabarpatigo.com - DUKUHSETI - Puluhan warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati mengadang truk bermuatan material batu tambang yang melintasi Jalan Raya Tayu-Puncel, Senin (25/3/24).

Warga murka lantaran mobilitas kendaraan tambang, terutama yang muatannya melebihi kapasitas, mereka anggap merusak jalan dan membuat debu beterbangan.

Baca Juga: Indonesia Berada di Klasemen Kedua Usai Taklukan Vietnam 0-3 di Kandang

"Sepekan terakhir, debu yang beterbangan sangat mengganggu. Bahkan rumah di sepanjang jalan Desa Kembang ini terpaksa harus ditutup pintunya. Karena kalau pintu dibuka, debu masuk ke dalam. Warga juga jadi batuk dan sesak nafas," papar warga Desa Kembang, Marji.

Menurut dia, kondisi ini diperparah cara sopir truk mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan.

Baca Juga: 5 Desa Terkena Banjir di Gabus Dapat Bantuan Sembako dari BPBD Pati

Baca Juga: DPRD Pati Gelar Rapat Paripurna, Pj Bupati Pati: Laporan LKPJ Sesuai Ketentuan UU No 23 Tahun 2014

Baca Juga: MPI Pati Selalu Support Kegiatan Dakwah Muhammadiyah Selama Ramadhan 1445 H

Baca Juga: Peduli Bencana Banjir, Jamaah Pengajian AN NISA Salurkan Bantuan

Hal ini membuat debu kian kacau beterbangan dan mengganggu pandangan pengendara lain. Jarak pandang jadi terbatas hanya sekitar 30 meter.

Warga pun menuntut agar pengelola tambang memperbaiki Jalan Tayu-Puncel dengan melakukan pengaspalan ulang. 

"Selain itu, kami juga menuntut kendaraan tambang yang melewati jalan Tayu-Puncel ini disesuaikan kelas tonasenya. Mengingat, kelas jalan III C ini harusnya maksimal delapan ton. Tapi truk tambang yang melintas kebanyakan di atas 15 ton," kata Marji.

Baca Juga: Bersama Forkompinda, DPRD Kabupaten Pati Adakan Tarawih dan Silaturahmi Bersama (TARHIMA)

Warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipedulikan.

Aparat Polsek Dukuhseti yang dipimpin Kapolsek AKP Ali Mashuri mendatangi lokasi untuk memastikan situasi kondusif.

Mereka meminta warga menghentikan aksi karena menghambat pengguna jalan yang lain. 

Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri juga meminta sopir truk agar tidak kebut-kebutan. 

Tadi aksi warga spontanitas. Masea sekitar 30 orang. Mereka jengkel dengan dump truck karena dianggap menjadi pemicu jalan rusak. Selain itu, mereka juga jengkel karena truk saat kembali dalam keadaan muatan kosong, sopirnya ugal-ugalan , Akibatnya jalan jadi berdebu,” ungkap AKP Ali Mashuri.

Menurut dia, ada sekitar 10 truk tambang yang diadang warga. Sopir truk pun berhenti.

Pihaknya pun berupaya melakukan mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak.

”Kami imbau sopir tidak ugal-ugalan. Karena jalannya jadi berbebu kalau truknya ugal-ugalan,” ujar Ali. 

Pihaknya juga meminta warga agar tidak asal melakukan pengadangan. Sebab selain tidak berizin, aksi itu berbahaya dan mengganggu kenyamanan penggunaan jalan lain. 

"Jika warga mau menyampaikan aspirasi, silakan melalui prosedur yang ada. Kepada sopir, kami juga minta agar tidak seenaknya dengan menghabiskan jalur kanan dan kebut-kebutan," imbau dia. (tribunjateng.com)

Komentar