(Foto: Lapangan Desa Tambaharjo Pati)
Kabarpatigo.com - PATI - Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan luapan kekecewaan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terhadap seorang pria yang diduga sebagai perwakilan pejabat pemerintahan desa.
Video tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 6 Januari 2026. Dalam unggahan itu disebutkan, warga menolak rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan berdiri di atas lapangan bola desa.
"Warga Pati geram, lapangan bola yang menjadi sarana olahraga pemuda desa, mau dijadikan koperasi desa," tulis akun tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Desa Tambaharjo, Kabupaten Pati. Dalam video, tampak warga beradu argumen dengan seorang pria yang menjadi sasaran kemarahan.
"Anda bicara kapasitasnya sebagai apa?" tanya salah satu warga dalam video tersebut.
Pria itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dari pemerintah desa terkait pembangunan di lokasi tersebut.
"Saya hanya menjalankan perintah, sudah diteken kontraknya," ujarnya.
Baca juga: Dandim 0718/Pati Tinjau Percepatan Pembangunan KDKMP di Wilayah Kecamatan Gabus
Baca juga: Mobil Tahanan Pembawa Aktivis AMPB Botok dan Teguh Diduga Tabrak Pengendara Motor
Pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari warga lainnya yang menilai lokasi tersebut merupakan fasilitas umum.
"Ini fasilitas umum pak, tidak bisa pak," sahut seorang warga.
Warga juga mengungkapkan kekecewaan karena rencana pembangunan tersebut disebut tidak pernah disosialisasikan sebelumnya. Menurut mereka, lapangan bola itu merupakan satu-satunya ruang olahraga dan aktivitas pemuda desa.
"RT tidak bilang ke kami sebagai warga, seharusnya musyawarah terlebih dahulu," kata seorang warga.
Baca juga: Tegang dan Banyak Instruksi Sidang Lanjutan Aktivis AMPB Botok dan Teguh
Baca juga: Dana Desa Dipotong Hingga Rp60 M, 401 Desa di Pati Kena Dampaknya
Penolakan semakin menguat ketika warga menegaskan bahwa pembangunan koperasi seharusnya dilakukan di lokasi lain, bukan di atas fasilitas umum desa.
"Kalau ingin membuka gerai Koperasi Desa, silakan di tempat lain, ini fasilitas umum," ujar warga lainnya.
Selain menyoal fungsi lapangan, warga juga mempertanyakan izin pembangunan, perencanaan proyek, hingga alasan pemilihan lokasi yang dinilai tidak logis.
"Ini dilakukan tanpa izin, tidak bisa," tegas warga setempat.
Hingga kini, video tersebut terus menuai beragam tanggapan dari warganet dan memicu diskusi soal transparansi kebijakan pembangunan di tingkat desa. (rb)

Komentar
Posting Komentar