Ada 9 Tips Agar Puasa Tidak Lemas dan Tetap Fit Saat Beraktivitas

(Foto: ilustrasi)

Kabarpatigo.com - Menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim memang merupakan suatu kewajiban yang bisa memberikan manfaat kesehatan. Namun, tak jarang dikeluhkan lemas yang terjadi saat berpuasa.

Lantas, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Lalu, adakah upaya untuk mengatasi lemas saat puasa? Simak penjelasan di bawah ini.

Saat berpuasa, tidak akan mendapatkan asupan makanan maupun minuman kurang lebih selama 12 jam. Kondisi ini tentu akan menyebabkan gula darah rendah, yang salah satunya adalah berupa lemas.

Ketika tubuh sudah terbiasa dengan perubahan ini, tubuh pun tidak akan terasa lemas saat menjalani puasa.

Selain berkurangnya asupan makanan, berikut ini adalah penyebab merasa lemas dan ngantuk saat puasa:

- Melewatkan waktu sahur
- Mengalami dehidrasi atau kekurangan asupan cairan
- Makan berlebih atau makan dalam porsi besar sekaligus
- Tidur lagi setelah sahur
- Waktu tidur berlebih
- Begadang atau tidur kurang dari 4 jam di malam hari
- Makan makanan yang tidak sehat untuk berbuka maupun sahur
- Konsumsi makanan maupun minuman yang manis saat berbuka maupun sahur
- Konsumsi gorengan saat berbuka puasa maupun sahur
- Kurang aktivitas fisik

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga energi selama puasa. Mari ikuti cara-cara praktis di bawah ini:

1. Cukupi kebutuhan cairan harian

Selain asupan makanan, cairan juga penting bagi kesehatan. Berkurangan asupan cairan saat puasa juga bisa memicu terjadinya dehidrasi yang merupakan salah satu penyebab tubuh mudah lemas saat berpuasa. 

Agar tubuh tidak lemas saat berpuasa, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari.

Contoh pembagian minum air selama puasa yang bisa Anda coba terapkan adalah 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur. 

2. Jangan lewatkan waktu sahur maupun waktu berbuka puasa

Sahur dan berbuka adalah waktu untuk mengisi energi, agar Anda bisa beraktivitas dengan penuh semangat saat berpuasa. 

3. Konsumsi makanan yang sehat 

Agar puasa bisa dijalani dengan lebih berenergi, Anda perlu memastikan asupan yang dimakan sudah tepat. Jangan mengonsumsi junk food yang kandungan nutrisinya kurang seimbang, karena hanya mengenyangkan untuk sementara waktu.

Hal ini juga berlaku untuk makanan yang mengandung gula atau lemak berlebihan. Usahakan untuk makan makanan yang karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin dan mineral saat berbuka maupun sahur.

Beberapa contoh makanan yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa adalah gandum utuh, daging tanpa lemak maupun kulit, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan tahu maupun tempe, serta buah-buahan.

4. Makan dalam porsi kecil dan bertahap

Meski penting sebagai sumber energi untuk beraktivitas, bukan berarti disarankan untuk makan berlebih saat sahur maupun berbuka. Makan berlebih saat sahur maupun buka justru bisa membuat perut terasa begah, sakit perut, maupun sejumlah gangguan pada pencernaan yang lain.

Untuk itu, lebih dianjurkan untuk makan dalam jumlah kecil dan konsumsi makanan secara bertahap. 

Baca juga: Puasa, Tirakat, dan Disiplin Elite: Jalan Sunyi Menuju Indonesia Maju

Baca juga: Puluhan Rumah Warga Kebowan Winong Pati Diterjang Angin Puting Beliung

5. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman berkafein

Minum kopi atau minuman berkafein yang lain kerap menjadi jalan ninja untuk meredakan kantuk. Namun, konsumsi minuman berkafein saat sahur tidak disarankan, karena kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang menyebabkan berkurangnya cairan di dalam tubuh. 

6. Pastikan cukup tidur

Berpuasa sering menyebabkan perubahan pola tidur, baik karena harus sahur maupun menyiapkan sahur. Meski demikian, tetap disarankan untuk mengatur pola tidur dengan lebih bijaksana. 

Pastikan tidur setidaknya selama 7-8 jam setiap malam, atau tidak kurang dari 4 jam. Bila mengantuk saat siang atau sore hari, bisa saja melakukan power nap, yaitu tidur siang singkat, tetapi pastikan tidak lebih 20 menit.  

7. Jangan tidur setelah sahur

Meski mengantuk, tidak disarankan untuk langsung tidur setelah sahur. Selain menyebabkan naiknya asam lambung, tidur setelah sahur juga bisa menghambat pencernaan. Jika memang sangat ngantuk, berikan jeda setidaknya selama 2 jam. 

8. Lakukan olahraga ringan

Dibandingkan langsung tidur setelah sahur, bisa melakukan olahraga ringan untuk menjaga tubuh tetap bertenaga menjalani puasa. Olahraga rutin yang dilakukan dengan benar selama puasa akan meningkatkan stamina dan melatih otot.

Mulailah dengan olahraga yang intensitasnya rendah, lalu tingkatkan secara bertahap. Bisa melakukan olahraga seperti berjalan, jogging, atau bersepeda dengan intensitas rendah untuk menjaga energi selama berpuasa.

Idealnya olahraga yang disarankan adalah 5 kali selama 1 minggu dengan durasi 30 menit. Namun, sama seperti intensitas, bisa memulai waktu olahraga dari 5-10 menit yang kemudian ditingkatkan secara bertahap.

9. Batasi aktivitas di luar ruangan

Beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat siang hari, bisa mempercepat hilangnya cairan dalam tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya batasi aktivitas di luar ruangan, jika masih memungkinkan. 

Bila tips mengatasi lemas saat puasa di atas tidak cukup efektif, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dokter mungkin akan meresepkan suplemen untuk memenuhi asupan nutrisi harian selama menjalani ibadah puasa. (red)

Komentar