Jalan Rusak Berlubang, Warga di Pati Lakukan Perbaikan Mandiri

(Foto: warga Desa Blaru Pati saat perbaiki jalan rusak)

Kabarpatigo.com - PATI - Warga Desa Blaru, Kecamatan Pati, melakukan perbaikan secara swadaya di ruas Jalan Provinsi Pati-Tanjang pada Rabu (11/2/26).

Perbaikan dilakukan secara mandiri oleh warga setempat karena kerusakan di jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Beberapa warga dengan sejumlah peralatan tampak bahu-membahu menutup lubang jalan yang selama ini membahayakan pengendara hingga menimbulkan korban.

Baca juga: Uji Kompetensi Keahlian Jurusan Pemasaran di SMK Muhipa Tahun 2026 Datangkan Penguji Profesional

Baca juga: Incar Juara Umum, Kontingen Olympicad VIII Jateng Usung Slogan "Berangkat Gembira Pulang Raih Juara"

Salah satu warga, Dedi Gunawan, mengungkap kerusakan jalan itu telah merenggut nyawa rekannya.

“Ada teman saya meninggal dunia. Gara-gara lubang, dia menghindar, kemudian terjatuh dan tertabrak truk,” ujar Dedi.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah sejak cuaca ekstrem pada Januari 2026 lalu. Namun, perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai hanya tambal sulam dan tidak bertahan lama.

Kami marah. Ini bukan soal jalan rusak saja, tapi sudah ada korban. Pemerintah jangan abai. Kalau memang tidak ada dana, sampaikan saja secara terbuka,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes, kata dia,  warga akhirnya bergotong royong menambal jalan menggunakan dana dan peralatan pribadi.

Baca juga: Dimana Batas Toleransi Ketimpangan Kita?

Baca juga: Bukan di Margoyoso, Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Material seperti batu dan base course disiapkan secara swadaya dengan biaya sementara ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kondisi tersebut.

“Terkait perbaikan jalan di selatan Pentol Blaru, hari ini sudah kita tindak lanjuti dengan pengurugan base course dulu. Rencana besok kalau ada Asphalt Mixing Plant (AMP) hotmix yang buka akan ditambal aspal hotmix. Hari ini kebetulan aspal hotmix tidak berproduksi. Mudah-mudahan besok berproduksi agar bisa dilanjut penambalan aspalnya,” jelasnya.

Warga kini menanti realisasi perbaikan permanen agar tragedi serupa tidak kembali terulang di jalur tersebut. (bj)

Komentar