Berkas Hampir Rampung, Selangkah Lagi Jateng-DIY Menuju Tuan Rumah PON 2032

(Foto: Rapat koordinasi KONI Jateng dengan Disdikpora Jateng dalam mempersiapkan tuan rumah PON XXIII 2032, Kamis, 26 Maret 2026)

Kabarpatigo.com - SEMARANG - Langkah Jawa Tengah bersama Daerah Istimewa Yogyakarta menuju panggung besar Pekan Olahraga Nasional kian mendekati garis awal.

Dokumen pendukung pencalonan sebagai tuan rumah PON XXIII 2032 kini hampir rampung. Jika tak ada kendala, berkas pendaftaran akan resmi diserahkan ke KONI Pusat pada Senin (30/3/26) mendatang.

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut seluruh persiapan terus dikebut, termasuk kelengkapan administrasi yang menjadi syarat utama pencalonan.

“Setelah dokumen lengkap, kami akan mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah bersama DIY,” ujarnya.

Sinyal kuat dukungan juga telah dikunci. Surat pernyataan kesanggupan sebagai tuan rumah telah ditandatangani oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dan Ketua DPRD Jateng, Sumanto.

Dokumen tersebut menjadi fondasi penting yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Tanah Air itu.

Optimisme Jateng bukan tanpa alasan. Secara historis, wilayah ini memiliki peran penting dalam perjalanan olahraga nasional.

Baca juga: Komitmen Bersih dan Bebas Korupsi, Pimpinan Daerah se-Jateng Tandatangani Pakta Integritas

Mulai dari Kongres Olahraga pertama pada 1946 hingga penyelenggaraan PON I 1948 di Surakarta, Jateng menjadi saksi lahirnya semangat olahraga sebagai pemersatu bangsa.

“Harapannya, PON 2032 bisa menghidupkan kembali semangat PON pertama—olahraga sebagai ajang silaturahmi dan persatuan,” kata Sujarwanto.

Meski sebelumnya dua kali gagal menjadi tuan rumah, pada edisi 2004 dan 2021, Jateng tak kehilangan semangat untuk kembali mencoba.

Secara teknis, Jateng dan DIY dinilai memiliki modal besar. Kedekatan geografis kedua wilayah menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung mobilitas atlet dan ofisial.

Selain itu, sebagian besar venue olahraga di Jateng telah memenuhi standar nasional. Dari 67 cabang olahraga yang dinaungi KONI Jateng, hanya sebagian kecil yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas.

Baca juga: Awal Masuk Usai Libur Lebaran, SMP Muhi Pati Halal Bihalal

Baca juga: Menjaga Stabilitas Politik di Tengah Ketimpangan: Membaca Indonesia dengan Moderated Elite Stability Theory (MEST)

Di sisi lain, koordinasi lintas daerah terus diperkuat. Tim bidding Jateng yang dipimpin Mugiyo Hartono bahkan telah bertemu dengan jajaran KONI DIY untuk mematangkan proposal bersama.

Pertemuan tersebut membahas detail teknis, mulai dari pembagian cabang olahraga hingga kesiapan venue di dua provinsi.

Kolaborasi Jateng–DIY ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat peluang dalam proses bidding.

Dengan dukungan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta pengalaman menggelar ajang multi-event sebelumnya, keduanya berharap bisa meyakinkan KONI Pusat.

Kini, satu langkah krusial tinggal menunggu: penyerahan berkas.

Jika berjalan sesuai rencana, Jateng dan DIY tak hanya mengajukan diri sebagai tuan rumah, tetapi juga membawa ambisi menghidupkan kembali ruh PON sebagai perekat bangsa. (hs)

Komentar