(Foto: ilustrasi)
Kabarpatigo.com - Sejumlah alat elektronik di rumah ternyata masih dapat menyedot listrik meski tombol daya sudah dimatikan.
Kondisi ini dikenal sebagai standby power atau vampire load, yakni konsumsi listrik yang tetap berjalan saat perangkat berada dalam mode siaga.
Banyak perangkat elektronik modern masih membutuhkan pasokan listrik kecil karena memiliki fitur tambahan, seperti jam digital, lampu indikator, sensor remote, koneksi internet, atau sistem memori.
Fitur tersebut membuat perangkat bisa menyala lebih cepat saat digunakan kembali, tetapi juga membuat konsumsi listrik tidak benar-benar berhenti.
Meski terlihat kecil, konsumsi listrik dalam mode siaga dapat berdampak pada tagihan listrik apabila berlangsung selama 24 jam dan terjadi pada banyak perangkat di rumah.
Berkeley Lab dalam risetnya menyebutkan, daya siaga terlihat kecil, tetapi hasilnya dapat signifikan jika dihitung sepanjang hari dan dikalikan dengan jumlah perangkat di rumah.
Masyarakat perlu memahami perangkat apa saja yang tetap menggunakan listrik saat dimatikan agar dapat mengurangi pemborosan energi.
Salah satu cara paling sederhana adalah mencabut kabel dari stop kontak setelah perangkat selesai digunakan, bukan hanya menekan tombol off.
Alat di rumah yang sedot listrik meski dimatikan.
Berikut 9 alat di rumah yang tetap menyedot listrik meski sudah dimatikan, informasi dikutip dari CNBC.
1. Charger ponsel dan elektronik kecil
Charger ponsel, tablet, jam pintar, atau perangkat elektronik kecil tetap dapat menarik daya listrik meski tidak sedang digunakan untuk mengisi baterai. Konsumsi listrik charger dalam kondisi terpasang umumnya berkisar 0,2 watt hingga 2 watt.
Angkanya memang kecil, tetapi penggunaan banyak charger yang terus menempel di stop kontak dapat menambah konsumsi listrik harian.
2. Charger kendaraan listrik dan sepeda listrik
Charger kendaraan listrik atau sepeda listrik juga tetap dapat menyedot listrik meski proses pengisian daya sudah selesai.
Dalam kondisi siaga, konsumsi listrik charger kendaraan listrik atau e-bike umumnya berkisar 0,3 watt hingga 5 watt.
Kabel charger sebaiknya dicabut setelah pengisian selesai agar tidak terus menarik daya dari jaringan listrik rumah.
3. Televisi modern
Televisi modern tetap membutuhkan listrik meski layar sudah mati karena masih menunggu sinyal dari remote. Konsumsi listrik televisi dalam mode siaga umumnya berkisar 1 watt hingga 5 watt.
Televisi pintar atau smart TV juga dapat tetap menjalankan fitur tertentu di belakang layar, seperti koneksi jaringan atau pembaruan sistem.
4. Set-top box TV
Set-top box termasuk perangkat yang cukup boros listrik dalam kondisi siaga. Konsumsi listrik set-top box saat tidak aktif dapat berkisar 10 watt hingga 30 watt.
Perangkat ini tetap menyedot listrik karena menjaga koneksi, menyimpan pengaturan, dan menyiapkan layanan agar bisa langsung digunakan saat televisi dinyalakan.
5. Laptop dan komputer desktop
Laptop dan komputer desktop masih dapat menggunakan listrik saat berada dalam mode tidur, hibernasi, atau tetap terhubung ke adaptor.
Konsumsi listriknya dapat berkisar 0,7 watt hingga 20 watt, tergantung jenis perangkat dan mode daya yang digunakan.
Komputer desktop biasanya membutuhkan daya siaga lebih besar dibandingkan laptop karena memiliki lebih banyak komponen dan perangkat tambahan.
6. Router WiFi dan modem internet
Router WiFi dan modem internet umumnya menyala selama 24 jam karena digunakan untuk menjaga koneksi internet di rumah. Konsumsi listrik perangkat ini biasanya berkisar 5 watt hingga 10 watt.
Pemakaian listriknya menjadi lebih terasa karena perangkat tersebut jarang dimatikan, bahkan saat penghuni rumah sedang tidur atau bepergian.
7. Speaker dan sistem audio
Speaker aktif, soundbar, atau sistem audio rumahan juga dapat menyedot listrik meski tombol daya sudah dimatikan. Konsumsi listriknya dalam kondisi siaga dapat berkisar 5 watt hingga 10 watt.
Hal ini biasanya terjadi karena perangkat masih menunggu koneksi Bluetooth, sinyal remote, atau input audio lain.
Baca juga: Ada 5 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah Dilihat dari Cara Mengobrol Menurut Psikolog
8. Microwave, oven, dan mesin kopi dengan jam digital
Microwave, oven listrik, dan mesin kopi yang memiliki jam digital tetap membutuhkan listrik untuk menampilkan waktu atau menjaga pengaturan. Konsumsi listriknya umumnya berkisar 1 watt hingga 5 watt.
Perangkat dengan panel digital sebaiknya dicabut saat tidak digunakan dalam waktu lama, terutama jika hanya dipakai sesekali.
9. AC dan air purifier
AC dan air purifier juga tetap dapat menarik daya listrik meski terlihat sudah mati. Konsumsi listrik AC dalam kondisi siaga dapat berkisar 0,6 watt hingga 10 watt, sedangkan air purifier berkisar 0,2 watt hingga 1,5 watt.
Daya siaga pada AC biasanya digunakan untuk sensor remote, sistem kontrol, atau pengaturan yang tersimpan di perangkat.
Cara menghemat listrik dari perangkat siaga
Rumah tangga dapat menghemat listrik dengan memutus aliran daya dari perangkat yang tidak digunakan.
Penggunaan power strip atau stop kontak bersaklar dapat membantu mematikan beberapa perangkat sekaligus.
Smart plug atau timer juga bisa digunakan untuk mengatur waktu menyala dan mati pada perangkat tertentu, seperti router, mesin kopi, atau perangkat hiburan.
Charger ponsel dan perangkat elektronik kecil sebaiknya dicabut setelah selesai digunakan agar tidak terus menyedot listrik.
Konsumen juga dapat memilih produk elektronik hemat energi dengan konsumsi daya siaga rendah.
Kebiasaan sederhana seperti mencabut kabel dari stop kontak dapat membantu mengurangi pemborosan energi dan membuat tagihan listrik rumah lebih terkendali. (kom)


Komentar
Posting Komentar