Tiga Bulan Beasiswa Belum Cair, Plt Bupati Pati: Pakainya CSR, Ada Beberapa Perusahaan yang Tidak Memberikan

(Foto: Plt Bupati Pati Chandra)

Kabarpatigo.com - PATI - Program beasiswa bagi 183 mahasiswa di Kabupaten Pati yang selama ini dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan mengalami kendala.

Bantuan pendidikan tersebut belum cair selama tiga bulan sejak April hingga Juni 2026.

Untuk memastikan para mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan menyiapkan anggaran dari APBD Perubahan 2026 sebagai solusi sementara.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan, tersendatnya pencairan beasiswa terjadi karena sebagian perusahaan yang sebelumnya menjadi penyandang dana CSR belum menyalurkan bantuan, bahkan ada yang memutuskan mundur dari program tersebut.

"Karena pakainya CSR, ada beberapa perusahaan yang tidak memberikan. Tetapi kami terus berupaya mencari solusi terkait anggarannya," ujar Plt Bupati Pati, Selasa (30/6/26).

Menurut Plt Bupati, Pemkab Pati tidak dapat memaksa perusahaan untuk menyalurkan dana CSR karena sifatnya tidak wajib. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjalin komunikasi agar lebih banyak perusahaan kembali berpartisipasi.

Saat ini, baru tiga lembaga yang dipastikan masih mendukung program beasiswa tersebut, yakni PG Trangkil, Baznas Pati, dan Bank Jateng.

"Perusahaan tetap kami tagih, tetapi belum tentu nilainya sama seperti tahun lalu. Ada yang mundur, ada juga yang masih mendukung," jelas Chandra.

Chandra menegaskan program beasiswa tidak akan dihentikan meski sumber dana CSR mengalami kendala.

Pemkab Pati akan mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 agar mahasiswa penerima manfaat tidak mengalami kesulitan melanjutkan pendidikan.

"Pada perubahan anggaran nanti akan kami alokasikan. Kami tidak bisa memaksa perusahaan karena CSR bukan kewajiban. Kami berharap perusahaan yang memiliki kemampuan tetap mau berkontribusi," tegasnya.

Baca juga: KDMP Langgenharjo Pati Viral, Kades Tegaskan Lokasi Bangunan Hasil Musdes

Baca juga: PAW Anggota DPRD Pati Fraksi Golkar Sudah Diajukan ke DPP

Sementara itu, salah satu orang tua penerima beasiswa, Sutomo, berharap pencairan bantuan dapat segera dilakukan. Ia mengatakan, beasiswa tersebut sangat membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi berbagai kebutuhan perkuliahan.

"Beasiswa ini sangat membantu. Kondisi ekonomi keluarga masih sulit, sehingga bantuan tersebut bisa meringankan biaya praktik maupun kebutuhan kuliah lainnya," ujarnya.

Warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati, itu menjelaskan bahwa program beasiswa awalnya diberikan kepada 194 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Namun, dalam perjalanannya jumlah penerima berkurang menjadi 183 mahasiswa.

Program beasiswa tersebut memberikan bantuan dengan nominal berbeda sesuai kategori penerima, yaitu:
- Rp 1 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin.
- Rp 1,5 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin ekstrem.
- Rp 2,5 juta per bulan untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran. (kom)

Komentar