(Foto: Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama)
Kabarpatigo.com - PATI - Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati Jawa Tengah diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi pun turun tangan untuk melakukan penyelidikan.
"Saat ini kami masih proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan update nanti bisa tanya ke rumah sakit," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat ditemui di Polresta Pati, Jumat (11/9/26).
Dika mengatakan polisi melakukan uji sampel makanan berupa makanan dan muntahan dari para siswa. Akan tetapi hasilnya belum diketahui.
"Kita juga sudah ambil sampel makanan dan sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji labfor," jelasnya.
"kami masih melakukan penyelidikan," imbuhnya saat ditanya soal penetapan tersangka.
Dika menambahkan, sejumlah saksi yang dimintai keterangan merupakan siswa dan pihak SPPG Pati Gembong 1. Ia mengaku akan menyampaikan hasil lebih lanjut terkait pemeriksaan ini.
"Saksi dari siswa, dan SPPG yang telah kita periksa, kita sampaikan nanti informasi yang lebih lanjut. Kita masih proses penyelidikan," kata dia.
Baca juga: Menutupi Kelahiran, Nenek Kandung Rekayasa Penemuan Bayi dan Terancam 6 Tahun Penjara
Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Talun Kayen, Polresta Pati Gelar Konferensi Pers
Diberitakan sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati bertambah menjadi 401 sebelumnya 259 orang. Jumlah ini berasal dari 4 sekolah dan 1 posyandu di Kecamatan Gembong.
"Jumlah korban dugaan keracunan makanan MBG dari SPPG Gembong 1 yang bergejala total ada 401 per pagi ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo saat dihubungi, Jumat (11/9/26).
Luky mengatakan dari jumlah 401 orang ini di antaranya 48 pasien yang masih dirawat inap di rumah sakit. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Pati.
"RSUD ada 10 pasien, RS Mitra Bangsa ada 15 orang, RS KSH ada 20 orang, RS Fastabiq ada 3 orang," jelasnya.
"Ada sebanyak 319 orang yang menjalani rawat jalan. Sisanya setelah diobati kondisinya membaik," pungkasnya. (det)

Komentar
Posting Komentar