Akibat Sungai Godo Meluap, Rumah Warga di 5 Desa di Pati Selatan Kebanjiran

(Foto: jembatan Godo Winong saat surut, sebelumnya Sabtu, 10 Jan 2026 sungai meluap melewati jembatan)

Kabarpatigo.com - TAMBAKROMO - Akibat sungai Godo meluap, Lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Pati terendam banjir, Sabtu (10/1/26) malam.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dan daerah hulu membuat debit air sungai meningkat. Kejadian ini menambah luasan banjir setelah Jumat (9/1/26) malam banjir juga melanda wilayah Pati bagian utara.

Data yang diterima, banjir menggenangi Kecamatan Winong dan Tambakromo. Di Kecamatan Winong, area yang terendam antara lain Desa Godo dan Gunungpanti.

Adapun di Kecamatan Tambakromo, banjir bandang antara lain melanda wilayah Desa Angkatan Kidul, Angkatan Lor, dan Sinomwidodo.

Warga Desa Gunungpanti, Harno mengatakan bahwa air sungai mulai melimpas dan membanjiri jalanan desa serta permukiman sekira waktu magrib.

"Sungai Godo-Gunungpanti airnya meluap sampai permukiman warga," kata dia saat dihubungi, Sabtu (10/1/26) malam.

Baca juga: Gerak Cepat, Sudewo Tinjau dan Tangani Banjir di Sejumlah Desa

Dia mengingatkan warga di wilayah Desa Sinomwidodo, Angkatan Kidul, dan Angkatan Lor agar waspada, karena biasanya, banjir akan mengarah ke sana.

"Demikian juga untuk Dukuh Paras, Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus. Harap waspada juga,” pesan dia.

Kepala Desa Sinomwidodo Rakimin mengonfirmasi bahwa setidaknya enam RT di wilayahnya telah terendam banjir. Enam RT tersebut tersebar di tiga dukuh yakni, Ledokan, Krajan, dan Cengklik.

Rakimin mengatakan, banjir didahului hujan lebat yang mengguyur sejak siang hingga malam ini.

"Di permukiman warga, ketinggian banjir mencapai 40 sampai 70 cm," tutur dia.

Beberapa warga pun menyelamatkan perabotan rumah tangga, alat elektronik, dan kendaraan mereka di halaman masjid desa. Selain rumah warga, tiga musala juga terendam banjir.

"Ada tiga musala yang kebanjiran. Tapi air tidak sampai masuk karena bangunannya sudah ditinggikan semua. Sejak banjir bandang sebelumnya, sekitar tiga tahun lalu, memang banyak bangunan di sini ditinggikan," papar Rakimin.

Baca juga: Polsek Tayu Turun Bersih-bersih Pasca Banjir dari Luapan Sungai

Baca juga: Pasca Banjir di Sejumlah Wilayah Kabupaten Pati, TNI Bersama Aparat Setempat Laksanakan Pembersihan

Dia menambahkan, Jalan Sinomwidodo-Gunungpanti dan Jalan Sinomwidodo-Angkatan Kidul saat ini juga tidak bisa dilalui.

Sebab, genangan banjir mencapai ketinggian 70 sentimeter hingga 1 meter. 

"Kalau Jalan dari Sinomwidodo ke Karangwono atau Tambakromo masih bisa dilalui, tapi tetap harus berhati-hati,” ucap Rakimin.

Rakimin menilai, pemicu utama bencana banjir ini adalah kondisi kawasan hutan di Pegunungan Kendeng yang telah gundul. 

Akibatnya, tidak ada yang menahan laju air ke permukiman warga karena minimnya tanaman penahan air.

“Saya berharap ada penghijauan di Kendeng. Selain itu juga normalisasi sungai,” ujar dia. (red)

Komentar