Liga Desa Grup C Resmi Bergulir di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung Pati

(Foto: Wabup Chandra saat membuka Liga Desa Grup C dengan menendang bola di stadion Gelora Soekarno Mojoagung Pati, Selasa 6 Jan 2026)

Kabarpatigo.com - PATI - Liga Desa Grup C 2025 yang diikuti perwakilan dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah resmi dibuka Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di lapangan Gelora Soekarno Mojoagung Trangkil Pati, Selasa (6/1/26).

Kompetisi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan prestasi olahraga desa lintas daerah di Jawa Tengah.

Dalam keterangannya, Wabup Chandra menyampaikan bahwa Liga Desa Grup C diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah, yakni Pati, Kudus, Jepara, Blora, Sragen, Grobogan, dan Rembang.

Baca juga: Tegang dan Banyak Instruksi Sidang Lanjutan Aktivis AMPB Botok dan Teguh

Baca juga: Dana Desa Dipotong Hingga Rp60 M, 401 Desa di Pati Kena Dampaknya

Wabup Chandra berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar hingga menghasilkan juara terbaik.

“Liga Desa Grup C ini diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Semoga pertandingan berjalan lancar dan menghasilkan juara yang nantinya akan kembali dipertandingkan di Boyolali,” ujar Wabup Chandra.

Chandra menilai kompetisi ini bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan wadah pembinaan atlet desa sekaligus sarana mempererat persaudaraan antardaerah.

Wabup juga berharap ajang ini mampu melahirkan talenta-talenta olahraga potensial yang dapat mengharumkan daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Baca juga: Plaza Pragola Pati Sepi, Sehari Terkadang Tidak Ada Pembeli Sama Sekali

Baca juga: Pimpin Apel Luar Biasa, Sudewo Gas Performa Aparatur Demi Percepatan Pembangunan 2026

Sementara itu, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Farida Kurnianingrum, mengapresiasi Kabupaten Pati sebagai tuan rumah penyelenggaraan Liga Desa Grup C.

Menurut Farida Kurnianingrum, kegiatan ini sejalan dengan pengembangan konsep sport village tourism.

“Ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Pati dan diharapkan mampu memberikan nuansa baru dalam pengembangan sport village tourism,” ungkap Farida.

Farida menambahkan, olahraga desa memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan budaya bagi desa.

“Olahraga dapat menjadi magnet penguatan ekonomi desa, tidak hanya dari fungsi olahraga, tetapi juga nilai sosial, ekonomi, dan budaya,” pungkasnya. (red)

Komentar