(Foto: Plaza Pragola Pati)
Kabarpatigo.com - PATI - Kondisi Plaza Pragola Pati semakin sepi pengunjung sejak pandemi Covid-19. Situasi tersebut berdampak terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang membuka warung di bagian belakang kompleks plaza.
Salah satu pemilik warung, Legi, mengaku, dari enam warung yang sebelumnya beroperasi, kini hanya warung miliknya yang masih bertahan. Namun, kondisi penjualan terus menurun, bahkan dalam sehari terkadang tidak ada pembeli sama sekali.
“Kondisi ini terjadi sejak Covid-19, hingga sekarang. Pengunjung semakin sepi, setelah pintu gerbang di sisi barat ditutup, dan pendapatan semakin turun,” tuturnya saat ditemui, Senin(5/1/26).
Baca juga: Dana Desa Dipotong Hingga Rp60 M, 401 Desa di Pati Kena Dampaknya
Baca juga: Liga Desa Grup C Resmi Bergulir di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung Pati
Selain sepinya pengunjung, Legi juga mengeluhkan adanya larangan berjualan ketika warga menggelar hajatan, seperti khitanan atau pesta pernikahan.
“Panitia acara sering melarang warung melayani tamu dan meminta tamu membawa konsumsi sendiri atau memesan dari luar,” ujarnya.
Baca juga: Pimpin Apel Luar Biasa, Sudewo Gas Performa Aparatur Demi Percepatan Pembangunan 2026
Baca juga: Usai liburan Semester, SMP Muhi Pati Umumkan Juara Mading
Untuk mempertahankan penghasilan, Legi sempat mencoba membuka warung di depan SPBU Margorejo. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena ia kembali terkena penggusuran, sehingga akhirnya memilih kembali berjualan di belakang Plaza Pragola.
Di usia yang sudah lanjut, Legi berharap ada perhatian dan pembinaan dari pihak berwenang.
Legi berharap akses ke warungnya bisa diperbaiki dan ada keadilan dalam pelayanan saat ada acara warga, sehingga warung kecil miliknya bisa kembali bernapas. (kbrn)

Komentar
Posting Komentar