(Foto: Liga 3)
Kabarpatigo.com - PSSI resmi merilis format terbaru untuk kompetisi Liga Nusantara (Liga 3) musim 2026/27. Untuk pertama kalinya Liga 3 akan berlangsung Home-Away setelah musim lalu hanya menggunakan sistem tuan rumah terpusat.
Liga Nusantara 2026-2027 akan menerapkan regulasi dan format baru, diantaranya Liga 3 tidak Degradasi.
Baca juga: Hadiri Tasyukuran 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Terima Mushaf Al-Qur'an Karya Santri
Baca juga: Persipa Mulai Seleksi Pemain Muda, Rafi: Laskar Saridin Bakal Jadi Tim Musafir
Berikut format kompetisi:
- Liga 3 2026/27 diikuti oleh 24 tim
- Dibagi 3 wilayah untuk babak pendahuluan: masing-masing wilayah 8 tim
- Sistem Round Robin (Home Away)
- Masing-masing tim akan bermain 14 kali di babak pendahuluan
- Juara, Runner-up, dan 2 peringkat 3 terbaik masing-masing wilayah (total 8 tim) lolos ke babak 8 besar
- Babak 8 besar: venue terpusat dibagi 2 grup (masing-masing grup berisi 4 tim)
- Juara Grup di babak 8 besar lolos ke final (sekaligus promosi ke Liga 2)
- Runner-up masing-masing grup akan jalani babak play-off promosi
- Total 3 tim promosi
- Tanpa Degradasi
Baca juga: Pemkab Pati Perpanjang PPPK Penuh Waktu Hingga 2029
Baca juga: 24 Tim Siap Ramaikan Liga Nusantara, Persipa Jumpa Gresik United dan Persibo Bojonegoro
Nasib Liga 4?
Liga 4 akan tetap diselenggarakan dengan aturan promosi yang sangat ketat. Klub yang berada di zona promosi Liga 4 wajib memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan PSSI. Jika gagal, mereka tidak akan promosi bahkan jika mereka menjadi Juara.
Namun jika memenuhi kriteria, mereka akan promosi dengan menggantikan klub di Liga Nusantara yang dianggap tidak sehat (tidak memenuhi kriteria)
Namun kelemahan sistem ini adalah, belum adanya regulasi yang jelas terkait jumlah tim yang menggantikan dan yang digantikan, semua berdasarkan kriteria yang ditetapkan PSSI.
Akan bagus jika itu transparan, namun bagaimana jika tidak? Maka indikasi meloloskan klub tertentu atau menurunkan tim tertentu bisa menjadi pembahasan liar di publik, karena promosi dan degradasi ditentukan berdasarkan kertas yang masuk di internal PSSI, bukan hasil dari pertandingan di kompetisi yang transparan di publik. (sumbernusaliga)

Komentar
Posting Komentar